Gunungkidul – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan Antraks dengan menggelar Pertunjukan Rakyat Wayang Cakruk di Balai Desa Banyusoco Playen,Sabtu 18/1. dengan Dalang Ki Sumarno Purbocarito.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Dr. Immawan Wahyudi,MH didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr.Dewi Irawati M.Kes.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro,S.Sos, MM, mengatakan pentingnya pemahaman tentang Antraks yang perlu di ketahui masyarakat. Dengan informasi yang benar, pencegahan antraks juga akan efektif dan budaya Brandu yang masih ada dapat di hindari.
[PIC3]Wakil Bupati Dr. Immawan Wahyudi mengucapkan terimakasih dan berharap dengan adanya sosialisasi baik dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan maupun Desa, masyarakat dapat juga berperan memberikan nformasi yang benar. Pencegahan Antraks sangat penting untuk di pahami, karena menyangkut masalah kesehatan lingkungan, manusia dan hewan. Terlebih Brandu atau menyembelih hewan ternak yang sudah mati karena sakit yang sering dilakukan masyarakat tidak dilakuka lagi, karena hal itu tidak baik dilihat dari prespektif agama dan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Dewi Irawati,M.Kes menyampaikan informasi terkait pada kesehatan manusia, Antraks tidak dapat menular dari manusia ke manusia, tetapi virus Antrak dapat menginveksi dari hewan ke manusia melalui tiga cara yaitu melalui kulit, melalui udara dan mengkonsumsi daging yang terpapar virus antraks, sehingga untuk menghindari terpaparnya virus dapat menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika melakukan aktifitas dengan ternak, dan menjaga kebersihan diri.
Dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Windu Wardana, S.Si, M.Si menyampaikan penanganan Antraks harus di lihat dari berbagai aspek, tidak hanya hewan saja, tetapi juga perlu di perhatikan mengenai pakan, kotoran dan lingkunganya. Hewan ternak yang mati hendaknya di kuburkan dan di biarkan hingga beberapa tahun. mengingat Virus Antrak ini dapat bertahan hingga puluhan tahun.
Acara tersebut di lanjutkan dengan pagelaran wayang cakruk dengan bintang tamu Mbah baut.

