Gunungkidul-Kerjasama Penggunaan wisma Wanagama sebagai lokasi karantina rapid test reaktif antara Pemkab Gunungkidul dan Fakultas Kehutanan UGM ditandai dengan serah terima kunci kepada Wakil Bupati sebagai Ketua Pelaksanan Percepatan Penanganan covid-19 Kabupaten Gunungkidul. [PIC1]
Serah terima kunci tersebut di laksanakan di gedung pertemuan Kesambi Wisma Cendana Wanagama, Senin (18/05).
Sebagai tindak lanjut penggunaan Gedung Wisma Fakultas Kehutanan UGM untuk digunakan tempat karantina ODP hasil Rapid test reaktif.
Ini adalah bentuk sinergitas Universitas dengan Pemerintah Gunungkidul dalam percepatan penanganan dan memutus mata rantai Covid-19.
Sebagai tindak lanjut penggunaan Gedung Wisma Fakultas Kehutanan UGM untuk digunakan tempat karantina ODP hasil Rapid test reaktif.
Ini adalah bentuk sinergitas Universitas dengan Pemerintah Gunungkidul dalam percepatan penanganan dan memutus mata rantai Covid-19.
Purwanto Mewakili pihak Fakultas Kehutanan UGM menyerahkan kunci kepada Wakil Bupati di saksikan sejumlah pejabat dari Pemkab Gunungkidul dan UGM.
Gedung wisma Fakultas Mehutanan UGM yang akan di gunakan tersebut berjumlah 8 kopel, 1 kopel diantaranya akan di peruntukan bagi petugas medis agar dalam kontrol dan pengawasan akan semakin mudah.
“Sungguh kami sangat berterimakasih dengan masyarakat dan pihak UGM untuk ketersediaannya memberikan fasilitas,” tambahnya.
Harapanya kerjasama ini bisa menjadi model kolaborasi antara Pemda dengan Perguruan Tinggi yang bisa menjadi inspirasi dalam mengatasi permasalahan bersama. Lokasi dan Fasilitas juga sangat mendukung dalam rangka mendukung psikologis untuk proses penyembuhan karena tempat yang presentatif dan dirasa sangat nyaman.[PIC3]
Saat melakukan pengecekan, bangunan tersebut dilengkapi fasilitas yang cukup baik kamar tidur dengan tempat idurnya, ac, kamar mandi dan beragam keperluan lainnya layaknya berada di wisma atau penginapan pada umumnya. Untuk kebersihan sendiri, dari pihak UGM telah melakukan fogging dan penyemprotan desinfektan, tinggal nantinya setelah siap dihuni ada beberapa penyesuaian saja.[PIC2]
Menurut Immawan, meski ditengah hutan tapi suasananya sangat mendukung bagi orang yang melakukan karantina. Mereka dapat menikmati ketenangan sehingga proses recovery lebih cepat. Kemudian untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup pun juga bisa dinikmati.

