Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos hadir dalam Virtual Seminar Nasional Kerjasama antara Fakultas Ekonomi Universitas Tidar dengan Bappeda Kabupaten Gunungkidul tentang Pembangunan Ruang Inklusif bagi Difabel menuju Masyarakat yang Tangguh, Produktif, dan Berdaya saing, Selasa (24/11) dari Rumah Dinas Bupati.[PIC2]
Dalam sambutanya Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos, mengucapkan terimakasih kepda Universitas Tidar Magelng dan sangat mengapresiasi langkah kerjasama dengan pemerintahan Gunungkidul dalam menangani kaum disabilitas, kerjasama dengan semua pihak menjadi satu langkah yang baik dalam upaya percepatan pendorong pembangunan. Meskipun saat ini Kabupaten sudah ditetapkan sebagai kabupaten Inklusif sejak tahun 2013 yang mengarusutamakan difabel dalam pembangunan daerah.
Acara web binar yang sebelumnya di buka oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. dalam sambutanya mengatakan bahwa Universitas Tidar membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk para dosen, tenaga pendidik, maupun mahasiswa dari kalangan difabel.
Kabupaten Gunungkidul yang sudah ditetapkan menjadi Kabupaten Inklusif terus berupaya melaksanakan program kegiatan pembangunan dengan melibatkan penyandang disabilitas dan mengakomodir melalui berbagai wadah maupun organisasi sehingga keberadaan penyandang disabilitaspun dapat produktif serta berkontribusi dalam jalanya pembangunan daerah. Sebagai implementasinya telah di bangun fasilitas utamanya fasilitas fisik yang ramah disabilitas.selain hal itu kebijakan pembangunan daerah yang bermainstremming difabel melalui proses perencanaan dan penganggaran mulai dari pelibatan difabel dalam musrenbang desa, kecamatan dan kabupaten hal tersebut dismpaikan Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Budaya Bappeda Kabupaten Gunungkidul Asih Triwahyuni, S.STP., M.Si
Tidak jauh berbeda disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul pariwisata Hari Sukmono, S.T., yang mengatakan berperspektif atau ramah kepada difabel, karena kabupaten Gunungkidul saat ini terkenal sebagai kabupaten tujuan wisata dan pendapatan pariwisata merupakan sumber utama bagi Pendapatan Asli Daerah.[PIC3]
Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar.mengatakan hasil penelitian oleh tim peneliti Fakultas Ekonomi Universitas Tidar yang bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Gunungkidul, analisis partisipasi difabel pada peningkatan program dan anggaran difabel di kabupaten Gunungkidul dan kesadaran inventarisasi produk UMKM yang dikelola oleh difabel di Kabupeten Gunungkidul. Program dan Anggaran di Kabupaten Gunungkidul telah berupaya mengakomodir difabel, mulai dari perencanaan dari level desa, kecamatan, hingga kabupaten, penyediaan aksesibilitas gedung pemerintahan, dan pemberdayaan ekonomi difabel.
Web binary dipandu oleh Risma Wira Bharata, S.E., M.Sc, selaku dosen difabel Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi sekaligus Fasilitator Sentra Layanan Difabel Universitas Tidar. Dan di ikuti oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari Instansi, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gunungkidul dan kabupaten/kota yang lain, Perguruan Tinggi, LIPI, mahasiswa, Organisasi Difabel, dan masyarakat umum.

