Gunungkidul – Bertempat di Masjid Al-Mutaqin pasar Munggi Semanu Gunungkidul, Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten Gunungkidul melauncing layanan aktif BAZNAS berupa penyediaan WiFi di 10 lokasi masjid yang diperuntukan bagi anak sekolah dan masyarakat.[PIC2]
Didasari penyediaan layanan internet untuk memudahkan pelajar dalam melaksanakan pembelajaran secara daring baznas berupaya dengan menyediakan layanan wifi gratis. Ketua Baznas Drs. H Samin Fauzi mengatakan layanan wifi ini mestinya ada di 18 Kapanewon namun baru 10 titik. Prioritas ini menjadi percontohan yang baik sehingga Baznas tetap memberikan ruang bagi masjid yang ingin bekerjasama . Disampaikan ketua baznas bahwa tujuan semula lebih di utamakan untuk para pelajar SD, SMP, SMA karena tuntutan mereka dalam belajar secara daring yang terkendala akan sulitnya sinyal di beberapa wilayah. “Baznas pusat merekomendasi kepada daerah memberi keleluasaan penggunaan dana untuk pembangunan sarana wifi di masjid-masjid” terang Samin di acara launching, Jumat (11/12).
Lebih utama sarana ini tidak semanta-mata berfungsi dalam hubungan konektifitas bagi pelajar tetapi juga dapat bertukar pengalaman dan menyemangati dalam pendalaman keagamaan, penguatan keilmuan keagamaan karena agama menjadi landasan berpijak . Harapan Indonesia emas dapat di capai pada kisaran tahun 2045. Selain hal tersebut tujuan utama lainya sebagai upaya mewujudkan kemajuan secara umum di Kabupaten Gunungkidul. Hal yang tidak kalah pentingya juga mengharapkan peran masyarakat dalam meningkatkan kepedulian dalam berzakat.
Launching yang di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul yang diwakili Sekretaris Dinas Drs. Sudya Marsita, MM sangat mengapresiasi peran BAZNAS yang dengan cepat dan tanggap untuk mengatasi kebutuhan masyarakat khusunya pelajar untuk pelayanan internet di tengah pandemi, dan semoga tidak hanya di 10 titik namun dapat berkembang di kecamatan lain.
Harapannya anak sekolah dapat meningkatkan penguatan pendidikan dan bagi masyafakat dapat meningkatkan karakter.”Agama tanpa pendidikan tidak akan berkembang , pendidikan tanpa agama tidak bisa berjalan, sehingga kedunya harus saling bersinergi” tukas Sudya.
Semoga program ini akan meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan social, dan komunikasi, meningkatkan ketakwaan dan khasanah wawasan bagi siswa dan mayrakat Gunungkidul. [PIC3]
Hadir dalam acara tersebut Sekretrais Dinas Dikpora Drs. SUdya Marsita, MM. plt Panewu Semanu Drs, Marwata hadi, Ketua Baznas Gunungkidul Drs. H Samin Fauzi, Sekretaris Dinas Kominfo Joko Hardiyanto, SP., M.Eng, Kapolsek Semnu, Ketua Dewan Masjid Gunungkidul serta 10 takmir masjid yang hadir melalui zoom.

