Bupati Gunungkidul, menghadiri Coaching Clinic serentak 5 kabupaten Kota secara virtual

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos hadir dan menyaksikan secara Virtual coaching clinic yang di selenggarakan kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank BPD DIY dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional di Yogyakarya. Senin (20/9) di dampingi Kadinsos Dra. Siwi Iriyanti, MA dan Kepala Bappeda Sri Suhartanta, S.IP., M.Si di Rumah Dinas Bupati. Kegiatan ini di ikuti oleh 5 Kabupaten Kota se Daerah Istimewa Yogyakarta.[PIC2]

Direktur Akses Pembiayaan Hanifah Makarim dalam sambutanya penyelenggaraan Coaching Clinic bertujuan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi dalam menjalankan usahanya dan memperkenalkan secara luas kepada masyarakat bahwa pemerintah telah mendukung sehingga pemulihan ekonomi Indonesia dapat berjalan dengan cepat.

Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos dalam kesempatan tersebut bercerita tentang Gunungkidul Dahulu, dalam perjalanan pembangunan gunungkidul sampai sekarang. “Kabupaten Gunungkidul identik dengan citra negatif urbanisasi, kekeringan, tandus, gudang pembantu dan kemiskinan merupakan narasi dan stigma negatif kabupaten gunungkidul, maka saya berpikir bagaimana ‘menjual gunungkidul’ untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya kami memilih pariwisata sebagai visi pembangunan”

Dengan berbagai potensi yang dimiliki Gunungkidul di sektor pertanian dalam arti luas (lumbung pangan dan gudang ternak DIY),sektor industri (batu putih, kayu, kerajinan, batik dll), sektor hasil laut/ perikanan (ikan tuna, lobster, marlin, ikan lele, nila dll),sektor pariwisata dengan panjang pantai 72 km, gua dengan jumlah 600an gua, hutan (wanagama, turunan), gunung (Gunung api purba nglanggera), air terjun, sungai. Gunungkidul menjadi anggota Geopark Dunia sejak 2015. [PIC3]

Potensi Tersebut Di Topang Oleh Sumber Daya Manusia Di Kabupaten Gunungkidul Yang Memiliki Etos Kerja Yang Tinggi, dan Kapital Sosial Seperti; Gotong Royong, Kerukunan, dan Masih Dijaganya Nilai serta Norma2 Masyarakat.

Selain itu, etos kerja masyarakat kabupaten Gunungkidul mampu menggerakan pariwisata berbasis masyarakat, sehingga sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menghasilkan produk wisata yang berkualitas. menngatakam masa pandemi covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata Gunungkidul dengan adanya“travel restriction” akibat wabah Covid-19. Hal tersebut otomatis menghentikan seluruh aktivitas kepariwisataan di Kabupaten Gunungkidul. Sebagai sektor unggulan, target PAD sektor pariwisata pada tahun ini sulit tercapai dan juga kerugian ekonomi yang derita oleh pelaku wisata di KabupatenGunungkidul.
UMKM Pariwisata berhenti beroperasi, pekerja terdampak pandemic dengan status kehilangan sumber penghasilan mencapai 7000-an pekerja baik formal maupun informal termasuk di dalamnya Usaha Jasa Pariwisata dan Usaha Ekonomi Kreatif.

Sementara untuk jumlah UMKM di Gunungkidul saat ini sebanyak 20.846 UMKM, jumlah IKM 50, Destinasi wisata yang tutup 42, restoran 638, hotel 124, jumlah pasar milik pemkab 38, pasar desa 144, jumlah pedagang 10.860 orang
Dari dampak pandemi covid ini diperkirakan sampai dengan bulan Mei kita kehilangan devisa daerah sebesar 95 M, jika sampai Desember maka devisa daerah yang hilang kurang lebih sebesar 500 M.

Selanjutnya bupati Hj.Badingah menambahkan upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gunungkidul di masa Pandemi bidang pariwisata dengan penyusunan SOP Protokol Kesehatan di Bidang Pariwisata yang meliputi Simulasi SOP Protokol Kesehatan di destinasi wisata maupun usaha jasa pariwisata, sosialisasi dan Konsolidasi SOP Protokol Kesehatan bagi insan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul, dan dilaksanakan ujicoba operasional terbatas, bantuan langsung kepada pelaku usaha jasa pariwisata melaui APBD, juga bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk melakukan berbagai kegiatan produktif, seperti padat karya melalui Program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) yang telah dilaksanakan di 9 (sembilan) Destinasi pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

Pemerintah juga melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi pelaku UMKM Pariwisata baik Usaha Jasa Pariwisata maupun Usaha Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan bekerjasama Kementerian maupun instansi terkait.

Diakhir sambutanya bupati Hj. Badingah, S.Sos berharap dengan kegiatan ini dapat disusun program yg tepat sasaran pada masing2 wilayah sesuai dengan karakteristiknya sendiri2 sehingga mampu mengungkit kembali geliat ekonomi masyarakat

Kemudian bantuan uang kas mungkin bagi beberapa pengusaha UMKM tepat tetapi perlu dipikirkan bantuan yang sifatnya lebih jangka panjang sehingga masyarakat mampu bangkit untuk berusaha kembali tidak hanya bergantung pada pemerintah terus-menerus bahkan nanti bisa ikut membantu pemerintah untuk mengentaskan masyarakat di lingkunganya masing-masing. Penguatan SDM juga menjadi w sesuatu hal yang juga penting dilakukan terutama terkait penguasaan teknologi dan pemanfaatanya untuk promosi maupun pemasaran secara online…karena terbukti bisnis online yang mampu bertahan di masa Pandemi ini bahkan cenderung mengalami peningkatan.