Gunungkidul – Pelantikan Pengurus Cabang Organisasi Wanita Islam Kecamatan Ngawen masa Bakti 2018-2023, dilaksanakan di Pendopo Guyup Rukun, Kecamatan Ngawen, Jumat (11/01).
[PIC2]
Dari 18 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul sudah 10 Kecamatan yang telah dilantik. Wanita Islam suatu wadah muslimah yang mampu memberi manfaat mendukung pembangunan.
[PIC3]
Hal ini diungkapkan Ketua PD Organisasi Wanita Islam Kabupaten Gunungkidul, Sudiyah Untung Santoso, S.Pd, ketika memberikan sambutannya dalam rangka Pelantikan Pengurus Cabang Organisasi Wanita Islam Kecamatan Ngawen.
Lebih lanjut Sudiyah berharap, semoga organisasi ini kedepan bisa membuat program kerja yang bisa menata langkah yang sederhana dan mudah dilaksanakan oleh anggota dan bermanfaat bagi warga masyarakat. Dari 18 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul baru 10 Kecamatan yang telah dilantik kepengurusan Cabang Organisasi Wanita Islam.
“Diantaranya Kecamatan Ponjong, Nglipar, Semin, Patuk, Karangmojo, Tanjungsari, Purwosari, Semanu, Gedangsari, dan Ngawen”, ungkapnya.
Kecamatan Ngawen, merupakan Kecamatan yang ke 10. Dihadapan Wakil Bupati, ia juga meminta dukungan dan fasilitas dari Pemda Gunungkidul agar 18 Kecamatan dapat segera terbentuk kepengurusan wanita islam Karena selama ini, wanita Islam mampu menghimpun merangkul semua golongan ataupun kelompok.
“Tidak ada yang Aisiyah, Fatayat, Muslimat, LDII, MTA dan semuanya merupakan satu wadah wanita islam yang tidak terpecah pecah merangkul bersama bergotong-royong untuk tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan,” terangnya.
Ditambahkan bahwa, wanita Islam didirikan pada 29 April 1382 Hijriyah, merupakan organisasi yang independen yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Saya mohon bimbingannya kepada semua pihak agar Organisasi Wanita Islam yang baru dilantik ini bisa berkembang dengan baik dan semoga Islam dapat guyup rukun dan kondusif,” pungkasnya.
Sementara itu, Dr. H. Imawan Wahyudi, M.H., Wakil Bupati Gunungkidul menuturkan, Organisasi Wanita Islam dibentuk memiliki tujuan untuk kemuliaan agama Islam dan muslimin.
Selain itu, tujuan pokok Wanita Indonesia Gunungkidul adalah sebagai sarana wahana baru untuk membangun komunikasi antar seluruh organisasi muslimah se-Gunungkidul. Beliau juga meminta agar wanita islam dapat mempertahankan, menciptakan budaya guyub rukun yang menjadi simbol masyarakat Gunungkidul. “Dengan guyub rukun akan terjaga persatuan dan kesatuan, memasuki tahun politik saya minta agar tetap menjaga keamanan, ketertiban, ciptakan suasana sejuk dan damai, dan mengedepankan kepedulian terhadap sesama” pungkasnya. (*tim_IKP)

