Gunungkidul – Sabtu, 26 Januari 2019 di Alun-alun Wonosari dilaksanakan sosialisasi bantuan sosial non tunai melalui pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Seni Nugroho, kegiatan ini kerjasama Pemkab Gunungkidul , lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).
[PIC2]
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Gunungkidul, Direktur LPS, OJK Horas Fientari Horan, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, Kejaksaan Negeri, Sekda, dan Perwakilan Bank Pemerintah serta Kemenag dan disaksikan ribuan warga memenuhi Alun-alun Wonosari.
[PIC3]
Direktur Lembaga Penjamin Simpanan Prisma Resmi Juniarto dalam sambutanya mengatakan, Bank Merupakan urat nadi Perekonomian Indonesia untuk itu perputaran uang di bank harus benar-banar sehat Indonesia akan kuat. Kemudian terkait bantuan non tunai Juniarto menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bantuan sosial pengganti Beras Sejahtera (Rasta) yang saat ini diberikan secara Non Tunai melalui Bank Milik Negara yang ditunjuk.
Ditambahkan, bahwa kegiatan sosialisasi ini terlaksana atas kerjasama LPS, OJK, BI, Himpunan Bank Negara (HIMBARA) dan Pemkab Gunungkidul.
Sementara Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Drs.H.Immawan Wahyudi,MH, mewakili Bupati dalam sambutanya menyampaikan edukasi terkait pengelolaan keuangan sangat diperlukan bagi masyarakat Gunungkidul. Hal ini untuk menunjang berkembangnya sektor pariwisata serta untuk membentengi masyarakat dari perilaku kunsumtif dalam pengelolaan keuangan.
Oleh karena itu Immawan Wahyudi mengharapkan kepada warga masyarakat yang mandapat bantuan non tunai untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan keluarganya.
Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai dilaksanakan sosialisasi dengan nara sumber Rian Adrinal dari BTN dan Eka Sri Wardani,S.Sos.M Si, Kabid Kesejahteraan Dinas Sosial Gunungkidul yang antara lain menyampaikan bantuan Non Tunai untuk membeli sembako berupa Beras dan telur di toko yang sudah ditunjuk. Dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera sesuai mekanisme dan aturan lewat Himpunan Bank Milik Negara yang ditujuk, untuk Kabupaten Gunungkidul Bank yang di tunjuk adalah Bank Mandiri.
Selanjutnya kepada keluarga penerima manfaat untuk selalu menjaga kerahasiaan Personal Identifikasi Number (PIN) dan menjaga kartu supaya tidak rusak ataupun hilang agar dapat dipergunakan selanjutnya. Harapan dari sosialisasi ini untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait bantuan dari pemerintah.
Sementara Humas LPS Nur Budiyanto menyampaian LPS didirikan untuk menjaga stabilitas keuangan agar jika suatu Bank bankrut simpanan nasabah akan tergantikan oleh LPS dengan catatan simpanan tercatat di Bank, Nasabah mengetahui batas penjaminan untuk bank pemerintah sebesar 7% dan Bank Swasta 9,3%, serta Nasabah tidak pernah memiliki kredit macet. Diakhir acara sereminial diserahkan Wayang Gunungan oleh Direktur LPS kepada Dalang Ki Seno Nugroho dan dilanjutkan pementasan wayang kulit semalam suntuk.(*tim_IKP)

