Gunungkidul – Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa setiap perayaan Nyepi di Gunungkidul memiliki perbedaan dengan perayaan di daerah-daerah lain pada umumnya.
[PIC2]
Diungkapkan bahwasannya umat Hindu di Gunungkidul selalu memiliki agenda-agenda khusus seperti upacara keagamaan, kegiatan sosial kebudayaan, serta kegiatan lintas iman.
[PIC3]
“Kegiatan upacara keagamaan tersebut, seperti, upacara melasti, upacara labuhan gunung, labuhan segoro, dan upacara wanakerti,” hal ini dikatakan Purwanto saat melakukan audiensi dengan Bupati Gunungkidul dan jajarannya, Jumat (25/01) di Ruang Rapat Bupati.
Ditambahkan Umat Hindu di Gunungkidul sudah mulai mempersiapkan perayaan hari raya Nyepi yang puncaknya akan jatuh pada tanggal 7 Maret mendatang. Serangkaian acara peringatan hari raya Nyepi sendiri sudah dimulai sejak 31 Desember 2018 dan puncaknya pada tanggal 23 Maret di Pantai Ngobaran.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa setiap perayaan Nyepi di Gunungkidul memiliki perbedaan dengan perayaan di daerah-daerah lain pada umumnya, karena selain umat Hindu di Gunungkidul juga akan turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial kebudayaan seperti pawai budaya dan sarasehan lintas budaya. Sebagai ujung dari perayaan Nyepi, nantinya akan dilaksanakan dharma santi, sebagai wadah silaturahmi antar umat beragama.
Karena memerlukan biaya yang cukup besar untuk melaksanakan beberapa even, Purwanto dalam audiensi bersama Bupati mengajukan permohonan kepada pemerintah supaya ada anggaran yang dialokasikan untuk even-even tersebut. Dengan harapan even-even seperti ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Menanggapi hal tersebut dengan rendah hati Bupati menyampaikan bahwa untuk anggaran tahun 2019 belum bisa mengalokasikan anggaran secara khusus, akan tetapi dirinya akan mencoba berkomunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait karena siapa tahu ada anggaran yang bisa dialokasikan untuk event tersebut.
“Semoga bisa kita alokasikan melalui teman-teman, ini OPD-OPD terkait bagaimana, aturannya bagaimana,” tambah Bupati.
Kendati demikian, Purwanto tidak mempermasalahkan hal itu, menurutnya peringatan hari raya Nyepi akan tetap berjalan dengan khidmat dan meriah.
“Kami sudah merasa senang karena sudah dapat diterima oleh Bupati untuk menyampaikan aspirasi”. Ke depan, rencananya akan kembali melakukan pertemuan dengan OPD terkait, khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Gunungkidul.
Turut hadir mendampingi Bupati pada acara audiensi tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Sudodo, M.M., Kepala Bakesbangpol, Drs. Wahyu Nugroho, M.Si., Kabag Kesra, Drs. Azis Saleh, Kabag Protokol dan Rumah Tangga, Drs. Susila Marwanta, Kabid IKP, Supriyanto, S.E., M.T. (*tim_IKP)

