TNI Libatkan Masyarakat dan Pecinta Alam untuk Memasang Saluran Perpipaan di Girisubo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL – Sumber air yang terletak di Luweng Pulejajar Desa Jepitu, Girisubo belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

[PIC1]

Terbukti dengan debit air yang dimiliki sebesar 150 liter perdetik hanya dapat dimanfaatkan 1,18 liter per detik.

Untuk memanfaatkan potensi air tersebut masyarakat bersama anggota TNI dan relawan menambahkan saluran pipa untuk mengangkat air lebih maksimal.

Pegiat Komunitas Merangkul Bumi (Kombi), Rubiyanto menjelaskan debit air sebesar 150 liter per detik bisa didapat saat musim penghujan edangkan saat musim kemarau debit air menurun dikisaran 50 liter per detik.

“Belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menambah kapasitasnya bisa dilakukan dengan menambah saluran pipa ukuran 3 inch ke dalam goa,” katanya, Akhir pekan lalu.

Dirinya berharap setelah dilakukan penambahan saluran pipa kapasitas air yang dapat diangkat bertambah menjadi 4 liter per detik.

Rubiyanto menjelaskan dalam proses penambahan pipa ini melibatkan masyarakat, TNI, dan juga pecinta alam.

“Di Jepitu sebenarnya sudah ada PDAM namun, tidak semua masyarakat berlangganan PDAM. Warga juga sering mengeluh karena air dari PDAM sering tidak lancar,” katanya.

Ia mengatakan saat musim kemarau seperti ini banyak warga yang membeli kebutuhan air bersih melalui tangki swasta dengan harga rata-rata Rp 100 ribu.

Dengan penambahan pipa ini dirinya berharap air dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar Jepitu.

“Dengan pengangkatan ini bisa mencukupi kebutuhan air sebanyak 1.200 kepala keluarga,” katanya.

Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Noppi Laksana Armiyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen untuk mengatsi krisis air bersih selama kemarau, selain memberikan bantuan pipa sebesar 3 inch sepanjang 1,2 kilometer pihaknya juga membantu peralatan keamanan untuk menuruni goa.

“TNI ikut langsung kerja bakti yang dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, target kami mudah-mudahan selama 4 bulan dapat selesai pemasangannya. Untuk pengangkatan ini tidak dibutuhkan motor gerak karena memanfaatkan gravitasi, mudah-mudahan sukses dapat mengaliri wilayah Girisubo,” pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)