Gunungkidul – Mewakili Bupati, Hj. Badingah, S.Sos., Wakil Bupati Gunungkidul mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan yang telah menyelenggarakan Baron Art Festival I, mudah-mudahan ini tidak akan menjadi kegiatan yang pertama dan terakhir.
[PIC3]
Dalam mewujudkan Gunungkidul menjadi tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya dapat diwujudkan dengan kegiatan seperti ini. “Tentunya harus dengan sinergi semua pihak untuk mewujudkan hal tersebut”, kata wakil bupati, pada acara pembukaan Baron Art Festival, Jumat, (30/08) malam.
[PIC1]
Masih kata, Immawan Wahyudi, saat ini Gunungkidul masuk 100 smart city yang mana saat ini mendapatkan pendampingan dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Dirinya meminta agar seluruh OPD bersama masyarakat bersinergi dapat mewujudkan dalam membangun memajukan dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Gunungkidul maju, mandiri dan sejahtera.
[PIC2]
Diharapkan kegiatan apapun diniatkan dengan ketulusan dan keikhlasan, untuk membesarkan keagungan Pantai Baron sebagai pelopor pariwisata.
Kepala Bidang Pelestari Budaya, CH. Agus Mantara, mewakili Kepala Disbud, melaporkan gelaran Baron Art Festival akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 30 Agustus hingga 1 September 2019 yang dan akan menampilkan seni budaya yang ada di Gunungkidul yakni; Srandul, Kethek Ogleng, Rinding Gumbeng, Ketoprak, Shalawat Jawa, Tayub dan lainnya.
“Sengaja kami suguhkan seni budaya yang tidak sering tampil, agar masyarakat, generasi muda dan masyarakat (wisatawan) tau seni budaya yang ada di Gunungkidul, ” kata Agus Mantara.
Selanjutnya, Agus Mantara mengatakan, hal ini dilakukan sebagai dukungan kepada Dinas Pariwisata dalam mewujudkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan Kabupaten Gunungkidul menjadi tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya.
Pembukaan Baron Art Festival ditandai dengan pemukulan Gong diawali Wakil Bupati, Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Ketua DPRD, Kepala Dinas Kebudayan, Ketua Dewan Kebudayaan dan Camat Tanjungsari.

