Gunungkidul – Dinas Pertanian dan Pangan mengadakan Sosialisasi Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah dan Cabe serta Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Pajale Babe dan Siwab) di aula Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Senin (18/03).
[PIC2]
Kegiatan kali ini dihadiri Sekretaris Daerah, Ir. Drajad Ruswandono, M.T., Kajari yang diwakilkan Kepala Seksi Pidana Khusus, Darojad dan sejumlah undangan lainnya. Diikuti kepala UPT Puskeswan, Laboratorium Kesehatan Hewan, UPT Perbenihan, koordinator BPP, Petugas Data Hotikultura, Gapoktan, Petugas IB dan sejumlah undangan lainnya.
[PIC1]
Sekda Gunungkidul, Drajat Ruswandono, mengungkapkan, pemkab menyambut positif program Kementerian Pertanian dalam gerakan tanam cabai dan upaya khusus penanaman padi, jagung, bawang merah dan cabe. Karena sesuai dengan potensi Gunungkidul yang memiliki lahan sawah seluas kurang lebih 7.865 hektar dan lahan kering 42.000 hekter.
“Gerakan yang terkoordinir dan dilakukan secara masif maka produktivitas akan semakin meningkat,”
Diungkapkan, Gunungkidul juga memiliki potensi bidang peternakan. Khususnya sapi dan kambing dimana populasinya cukup besar. Tahun 2019 target akseptor 35.000 ekor. Sedangkan target bunting 24.500 ekor dan target kelahiran 19.600 ekor. Potensi ini menjadi prioritas sebagai unsur strategis dalam mendukung pengembangan perekonomian petani di Gunungkidul. Melalui pencanangan Siwab dari Kementerian Pertanian, harapannya populasi sapi di Gunungkidul semakin besar. “ Sehingga bisa menjadi daerah penopang swasembada berkelanjutan daging sapi di Indonesia,” imbuhnya.
Drajat menuturkan, keberhasilan program tentu sangat dipengaruhi dukungan institusi terkait. Namun demikian, fasilitas sarana prasarana atau alat mesin pertanian saja tidak akan optimal. Sehingga perlu pendampingan tenaga penyuluh pertanian.
Pelaksanaan budidaya tanaman pangan, khususnya hortikultura seperti bawang merah dan cabai memiliki tingkat kesulitan tersendiri. “Oleh karena itu, petani sebagai pelaku budidaya sangat membutuhkan pendampingan, penyuluhan yang intensif,” jelasnya. (*tim_IKP)

