Temu Lapang dan Panen Raya Budena di Desa Bleberan Kecamatan Playen.

Gunungkidul – Wonosari, (2/4), Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul menyambut positif dan bersyukur bahwa Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta turut terlibat memalui kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan tanaman kedelai.

[PIC2]

Hal tersebut dikatakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Siti Isnaini Dekoningrum Nurhandayani, SH, saat memberikan sambutan pada Temu Lapang dan Panen Raya Budena di Padukuhan Srikoyo Desa Bleberan Kecamatan Playen.  

Dikatakan melalui kegiatan introduksi tekhnologi budidaya kedelai bawah naungan dengan memperkenalkan varieatas Dena dan varieatas Dega yang ditanam pada lahan seluas 5 HA/lebih, hasilnya dapat disaksikan seperti  pada saat panen  ini.  Oleh karena itu keberhasilan ini hendaknya dapat  menguatkan semangat petani untuk membudidayakan kedelai karena produktivitasnya sangat bagus dan ekonomis.  Lebih lanjut Dekoningrum mengatakan keberhasilan budidaya kedelai dengan varietas baru maupun dukungan teknologi yang dikembangkan bersama  BPTP Daerah Istimewa Yogyakarta akan meningkatkan pendapatan petani serta mendorong terwujudnya Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu sentra produksi kedelai yang berkualitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Turut hadir dalam Temu Lapang dan panen kedelai tersebut antara lain ,  Kepala Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, BPTP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,Camat Playen, Dan Ramil Playen, Kapolsek  Playen, Kepala Desa Bleberan serta Kelompok  Tani kedelai Desa Bleberan.

Seperti telah diketahui bahwa penanaman kedelai di dusun Srikoyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen ini merupakan kegiatan pendampingan dari penerapan paket teknologi budidaya kedelai yang ditanam dilahan sub-optimal dan tahan naungan layak teknis, ekonomis dan sosial yang dikembangkan jenis varietas Dena 1, Anjasmoro, Grobogan dan Dega dengan cara tanam tunggal 2 – 3 biji/lubang serta sistim tanam Jarwo 2 : 1 (jarak 20 cm x 15 cm x 40 cm). Pemupukan yang dilakukan dengan pupuk organik dengan jarak waktu tanam antara 2-3 bulan menghasilkan panen mencapai 3 ton.

Sementara kelompok tani kedelai setempat sangat berharap pula bahwa kegiatan pendampingan pertanian ini yang dilaksananakan oleh BPTP Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berlangsung terus sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat tani dapat terwujud. Hal ini disampaikan kelompok masyarakat tani kedelai pada saat acara dilanjut dengan  dialog setelah acara Panen Raya Kedelai. (*tim_IKP)