Malam Inagurasi Sekolah Kebhinekaan

[PIC1]

Gunungkidul -Sekolah Kebhinekaan mengadakan malam inagurasi sekaligus menutup semua rangkaian kegiatan sekolah kebhinekaan yang telah dilaksanakan sejak bulan Oktober 2017 di Bangsal Sewokoprojo Wonosari pada Minggu (21/01). Hadir dalam acara tersebut,  Wakil Bupati Gunungkidul, Ketua DPRD, perwakilan Polres dan KODIM 0730 Gunungkidul, Kepala Dinas Kesbangpol, dan tokoh lintas iman Kabupaten Gunungkidul. Kepala Sekolah Kebhinekaan Pdt. Kristiyono Riyadi, SIP., menyampaikaikan bahwa kebhinekaan atau kemajemukan adalah sebuah karunia. Kemajemukan identitas agama atau kepercayaan pun demikian. Di Gunungkidul hal tersebut mesti diterima dengan penuh syukur, namun disadari bahwa kemajemukan juga menyimpan potensi merusak ketika mulai ada politik identitas agama. Maka perlu adanya pemahaman tentang kemajemukan sekaligus kemampuan untuk mengelola kemajemukan yang ada. Sekolah Kebhinekaan Remaja Gunungkidul 2017 diselenggarakan Badan Pelaksana Klasis (Bapelklas) XLIX Gereja-gereja Gunungkidul bekerjasama dengan PC GP Ansor Gunungkidul, PC Fatayat Gunungkiduk, PD Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul, PHDI Gunungkidul, MBI Gunungkidul, Pemuda Katholik Gunungkidul, dan BKS Gunungkidul.

[PIC2]

Sekolah Kebhinekaan Remaja Gunungkidul 2017 secara operasional dilaksanakan oleh Tim Fasilitator Sekolah Kebhinekaan yang merupakan perwakilan dari Bapelklas, PC GP Ansor Gunungkidul, PC Fatayat Gunungkiduk, PD Pemuda Muhammadiyah Gunungkiduk, PHDI Gunungkidul, MBI Gunungkidul, Pemuda Katholik Gunungkidul, dan BKS Gunungkidul, dengan peserta berjumlah 55 orang/remaja. Kegiatan dilaksanakan di Pura Bendo Ngawen, Pondok Pesantren Am MumTaz Patuk, dan di Vihara Siraman Wonosari.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos. menyatakan atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Bupati  mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara sekolah kebhinekaan. “Saya  berharap melalui kegiatan ini kaum muda dari berbagai agama belajar bersama untuk memahami fakta keberbedaan dan keberagaman sebagai anugerah yang patut disyukuri dan harus dirawat  agar tumbuh semangat kebangsaan dan kepedulian antar anak bangsa Indonesia sehingga pada ahkirnya dapat berkontribusi membangun daerah maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Penutupan ditandai dengan pelepasan identitas peserta dan pemberian sertifikat oleh Bupati Gunungkidul. (*tim_ikp)

[PIC3][PIC4][PIC5]