Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Berdirinya sebuah perpustakaan merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat terhadap informasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas hidup, perpustakaan Desa sebagai lembaga pendidikan non formal dan lembaga penyedia informasi di masyarakat Desa mengambil peran dalam hal menumbuhkan minat dan budaya baca di masyarakat.

Untuk meningkatkan peran perpustakaan di Desa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul melaksanakan forum diskusi yang dihadiri oleh 144 Kepala Desa, bertempat di Bangsal Sewokoprojo(4/4).

Forum ini dilaksanakan dalam rangka mentransformasikan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, dengan harapan pengelola perpustakaan desa memiliki kinerja yang baik dan didukung dengan manajemen yang memadai, sehingga seluruh aktivitasnya mengarah pada upaya pencapaian tujuan yang telah dicanangkan.[PIC2]

Lembaga perpustakaan saat ini dituntut untuk melakukan inovasi layanan yang mampu menjawab permasalahan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Perpustakaan bertrasformasi diri dengan menerapkan layanan pembelajaran aplikatif yang berbasis kebutuhan masyarakat. 

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos mengharapkan perpustakaan bukan hanya sekedar tempat untuk memimjam dan membaca buku, tetapi harus menjadi pusat kegiatan dan belajar masyarakat, yakni layanan perpustakaan yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan dan menyenangkan.

“Saya sangat berharap agar peran Forum Komunikasi Perpustakaan Desa se-Kabupaten Gunungkidul ini dapat terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya dalam rangka memicu serta memacu minat dan budaya baca masyarakat sekaligus sebagai tempat mentrasformasi informasi”, tambahnya.

Acara ini juga diisi oleh narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kades Sambirejo, Ngawen, serta Penggiat perpustakaan Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari.(*tim_IKP)