Gunungkidul – Kabupaten Gunungkidul selain terkenal dengan pariwisatanya juga dikenal sebagai sentra produksi peternakan di wilayah DIY. Hal itu didukung oleh makin banyaknya kelompok peternak yang dapat meningkatkan produksi peternakan melalui berbagai usaha kreatif dan inovatif.
Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan produktivitas ternak, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan bantuan Kandang Kambing PE (Peranakan Etawa), kepada kelompok Ternak Rejo Koyo Padukuhan Tanjung, Desa Getas, Kecamatan Playen (24/10).
[PIC2]
Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Bupati Gunugkidul, Hj. Badingah, S.Sos didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ir Bambang Wisnu Broto serta Forkompimca Kecamatan Playen. Dalam sambutannya Bupati Badingah mengharapkan melalui tata kelola yang baik, rasa handarbeni, dan transparan, sehingga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mendukung produktivitas peternakan ini, dengan mengembangan potensi dan prospek usaha peternakan Kambing PE yang ada di desa tersebut. Kelompok Tani Ternak Kambing PE Rojokoyo, yang dipelopori oleh Wagiman dan Ali Ichsan hingga saat ini telah mempunyai anggota sebanyak 70 KK, dengan memelihara sebanyak 300an ekor kambing PE. Dan dalam usahanya ini telah terbukti mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Getas dan produktivitas ternak di Kabupaten Gunungkidul.
[PIC5]
Keinginan kelompok ini untuk mengembangkan peternakan kambing PE sangatlah besar. Karena kambing jenis ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dari hasil ternak yang didapat bukan hanya daging dan susunya saja, tetapijuga kotoran dan urin dari kambing kambing PE bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan juga tanaman. Kelompok Tani Ternak Kambing PE Rojokoyo juga berupaya memperluas dan mengembangkan usaha diantaranya membuka pengolahan susu dengan kapasitas produksi 10 liter perhari, berupa susu cair, susu bubuk, es lilin susu dan juga permen susu. Selain itu pemanfaatan limbah ternak diolah menjadi pupuk organik berupa urine dan kotoran dengan kapasitas 2.4 ton per bulan dengan harga jual Rp. 18.000,- per sak nya. (*tim_IKP)

