WONOSARI, KRJOGJA.com – Dinilai mampu memobilisasi dan mengedukasi masyarakat agar tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan, Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos mendapatkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan (Eka Pratama) dari Kementerian Kesehatan RI.
Penghargaan diserahkan Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Djuwita F. Moeloek, SPMk kepada Bupati Hj Badingah SSos di Jakarta bersamaan dengan dengan 23 bupati dan wali kota lain se Indonesia. Pencegahan BAB sembarangan merupakan salah satu pilar STBM yang dilakukan Gunungkidul. “ Mudah-mudahan penghargaan ini mendorong untuk melaksanakan STBM secara menyeluruh,” kata Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos, Senin (22/10/2018).
[PIC1]
Ada lima pilar STBM utama , selain mencegah BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair. Pilar-pilar lain juga sudah dilakukan dan masih harus terus ditingkatkan. Sebagaimana diketahui ada lima katagori penghargaan STBM, menenuhi 1 pilar (Eka Pratama), 2 pilar (Dwi Pratama), 3 pilar (Eka Madya), 4 pilar ( Dwi Madya) dan 5 pilar (Utama).
Menkes memberikan apresiasi tersendiri kepada Bupati Gunungkidul, karena, sekitar tahun 2010 silam Gunungkidul sangat kering dan tandus, tetapi dia sangat kagum kondisinya saat ini, sebagai kabupaten yang luar biasa keberhasilannya berkat usaha dan kerja keras Bupati dalam mensejahterakan masyarakatnya.
Ikut serta mendampingi bupati, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty Mkes, Kepala Bidang IKP, Supriyanto SE MT. (Ded)

