Gunungkidul – Senin, (29/10), di Ruang Rapat I Setda Kabupaten Gunungkidul berlangsung kegiatan Forum Silaturahmi dan Dialog Anggota FKUB dengan Tokoh Pemuda, Lintas Agama, Lembaga Keagamaan Wanita dalam rangka memelihara kerukunan umat beragama menghadapi Pileg dan Pilpres Tahun 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Kantor Kementerian Agama Gunungkidul. Kegiatan ini dihadiri Bupati yang diwakilkan, Kepala Bakesbangpol, Drs. Wahyu Nugroho, M.Si., Kapolres, AKBP. Ahmad Fuady, S.I.K., S.H., M.H., ketua FKUB, H. Iskanto dan tamu undangan lainnya.
[PIC2]
Selaku ketua FKUB sekaligus penanggung jawab kegiatan, Drs. H. Iskanto, melaporkan, FKUB memiliki salam kerukunan yang telah disosialisasikan pada setiap kegiatan dengan harapan kerukunan umat beragama di Gunungkidul semakin mantap dan terjaga. Selain itu, FKUB telah melaksanakan kegiatan di tingkat Kabupaten, Kecamatan bahkan sudah masuk ke tingkat desa. FKUB juga telah melaksanakan dialog dan deklarasi kerukunan umat beragama di tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga di desa- desa.
Memasuki tahun politik 2019, baik Pilpres, Pileg pusat, Provinsi dan Kabupaten serta DPD RI kami berusaha mengajak dan menghimbau semua umat beragama agar menggunakan hak pilihnya dengan menjaga kerukunan antar umat, “pilihan boleh berbeda namun tetap menjaga kerukunan baik kerukunan di rumah tangga, kelompok maupun organisasi. ujar Iskanto.
Sementara Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kab.Gunungkidul, Drs.Wahyu Nugroho,M.Si, antara lain mengatakan Pemerintah Daerah menyambut baik silaturahmi dan dialog ini, sebagai bagian dari upaya dalam menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Gunungkidul. Bupati menilai, bahwa sebagai kabupaten terluas di DIY dengan sebaran penduduk yang kurang merata serta pluralitas keyakinan, tantangan kedepan akan lebih komplek sehingga menuntut komitmen serta keseriusan kita bersama, baik pemerintah maupun umat beragama sendiri. “Terlebih, bangsa Indonesia saat ini sedang diuji dengan isu-isu SARA melalui berbagai media sosial, yang dihembuskan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan merusak harmonisnya hubungan antar pemeluk agama di negeri ini perlu kita waspadai”. Pinta Bupati.
Menurut Badingah agama adalah hal yang sangat sensitif, dan sangat mudah untuk dijadikan alat adu domba, dengan demikian kepada semua stakeholder harus bersatu bersama warga masyarakat guyub rukun menciptakan suasana kondusif, aman dan damai.
Dalam akhir sambutannya Bupati minta kepada semua pihak, untuk mampu mengendalikan diri, meningkatkan kepekaan dan kesigapan dalam meminimalisir potensi permasalahan seperti yang dapat memicu, friksi dan konflik agama yang juga mengintai kehidupan umat beragama di Kabupaten Gunungkidul.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sangat penting dan dominan, sebagai media pemersatu umat beragama yang sangat majemuk dan dapat menciptakan kedamaian dalam kemajemukan dengan bingkai kearifan lokal.
Kapolres Gunungkidul, AKBP. Ahmad Fuady, SIK,S.H,M.H pada kesempatan itu mengajak masyarakat untuk memiliki semangat , dalam menjaga kerukunan menciptakan situasi yang kondusif terlebih menjelang Pemilu 2019.
Kapolres juga menjelaskan, bahwa tugas pokok dan fungsi polri merujuk Undang-undang No.2 Tahun 2002 antara lain penegakan hukum, sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, berkaitan dengan pemilu. Serta menyampaikan tahapan-tahapan pada pemilu 2019 mendatang. Sebelum dilanjutkan dengan tanya jawab, Kapolres menegaskan dan mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terbawa isu yang tidak jelas dan bertujuan mengadu domba. (*tim_IKP)

