Gunungkidul – Pantai selatan Gunungkidul tidak hanya menawan karena kemolekan gelombangnya, pasirnya dan tebing-tebingnya. Sekarang mulai diperkenalkan destinasi wisata minat khusus memancing dengan kapal jungkung di tengah pantai. Semenatara ini ada beberapa titik pemancingan , Pantai Sadeng, Baron, Drini, Gesing , Krakal dan Kukup.
[PIC2]
Minggu (11/11) ada 44 kelompok pemancing yang menikmati wisata khusus ini. Selain dari dari berbagai kota di pulau Jawa, ada yang dari Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara dan beberapa pulau lain. “Kami siap memfasilitasi kegiatan mancing bersama ini,” kata Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos., dalam sambutannya.
[PIC3]
Kegiatan mancing dengan kapal jungkung diselenggarakan oleh Handayani Rock Fishing selama dua hari. Wisata khusus memancing tidak semata untuk mendapatkan ikan banyak, tetapi menikmati keindahan pantai selatan Gunungkidul dari sisi yang berbeda. Walaupun kenyataannya, hasil tangkapan ikan para pemacing sangat menggembiarakan, ikan-ikan besar berukuran lebih satu kuintal dapat dipancing. “Hasil tangkapan terbanyak ikan tuna, tetapi ada beberapa jenis ikan yang belum tentu sehari-harinya ditangkap para nelayan,” tambahnya.
Berdasarkan hasil tangkapan pada lomba memancing dengan kapal jungkung lalu, dipastikan pantai selatan Gunungkidul sangat potensial terhadap wisata minat khusus memancing di laut.
Bahkan, tidak hanya memancing dengan jungkung tetapi juga dapat mancing dari tebing- tebing pantai, rock fishing. Pemerintah berharap agenda memancing dapat menjadi agenda tahunan, karena yang kemarin tingkat nasional, tahun depan diusahakan berskala Internasional. Handayani Rock Fishing diharapkan terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Gunungkidul. “Untuk membahas rencana detail,” ujarnya.
Pada kegiatan ini Bupati hadir didampingi dari Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kominfo, Polres, Camat Tanjungsari bersama unsur Forkopimca. (*tim_IKP)

