Gunungkidul – Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Pangan, terus berupaya meningkatkan populasi, produksi dan produktivitas sapi potong, dengan ini program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) terus mengevaluasi keberhasilan dan capaiannya. Dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Bambang Wisnu Broto, pada saat acara panen pedhet, di Pasar Hewan Siyonoharjo, Playen, Selasa, (8/5).
Panen pedhet dilakukan dengan pengumpulan pedhet dari hasil Inseminasi Buatan (IB) pada tahun 2017. Kegiatan tersebut bertujuan memotivasi petani atau peternak sehingga mendukung adanya peningkatan populasi.Bambang Winsubroto berharap, Gunungkidul menjadi kabupaten penghasil sapi terbesar di Yogyakarta dan berpengaruh positif untuk pemenuhan konsumsi daging nasional secara stabil dan mandiri.
Berdasar data yang ada, tahun 2018 target akseptor Gunungkidul mencapai 45.000 ekor, target penanganan gangguan reproduksi 2.930 ekor, dan target kebuntingan 38.000 ekor. Sementara realisasi hingga bulan Mei, PKB mencapai 6.477 ekor,Inseminasi Buatan (IB) mencapai 19.836 (44,08%), Bunting 3.961 (12,47%), Kelahiran jantan 1.169, kelahiran betina 1.064 ekor dan penanganan gangguan reproduksi 506 ekor (25,3%).
[PIC2]
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Gunungkidul, Asman Latif, saat mewakili Bupati Gunungkidul, Badingah, menyatakan dukungannya. Pihaknya mendukung penuh Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul dalam upaya mencapai target pemenuhan sapi potong. “Gunungkidul diharapkan mampu bertahan sebagai sentra penghasil sapi potong yang dapat diandalkan memenuhi kebutuhan sapi nasional. Para peternak sapi mestinya berperan aktif,” pintanya.
Pada kegiatan panen pedet, juga dilakukan pemberian layanan penyuntikan gratis dan pemberian obat cacing pada pedet yang dipamerkan. Selain itu juga diadakan launching Surat Keterangan Layak Bibit bagi pedet yang lolos seleksi.
Turut hadir pada kesempatan ini, Bupati Gunungkidul di wakilkan Asisten II, Asman Latif, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Bambang Wisnu Broto beserta jajaran, Balai Besar Veteriner Wates Dr. Joko, Kepala Balai Besar Inseminasi, Kepala Balai Besar Ternak Singosari Malang, Muspika Kecamatan Playen. (*tim_IKP)

