“ Munggur Bersatu “ Salah Satu Bentuk Guyub Rukun di Gunungkidul

Gunungkidul – Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Immawan Wahyudi di hadapan ratusan warga masyarakat Dusun Munggur, Desa Sidorejo, Ponjong dan sekitarnya pada acara pengajian akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pengajian akbar yang digelas dengan tema ‘Munggur Bersatu’ ini menghadirkan group sholawat dari Demak Provinsi Jawa Tengah dengan pembicara Ustad KH. Abdurrohim pimpinan Ponpes Darul Huda Demak Jawa Tengah atau yang terkenal dengan sebutan Ki Joko Goro-goro.

Selain itu Dr. Immawan Wahyudi dalam sambutannya juga menyampaikan hasil-hasil pembangunan serta program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Disampaikan pula oleh beliau bahwa pada tahun 2016 yang lalu Kabupaten Gunungkidul telah menorehkan lima belas prestasi pada tingkat nasional maupun internasional dan yang paling luar biasa adalah masuknya kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul dalam Global Geopark Network dari UNESCO bersama Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah dan Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Wakil Bupati Gunungkidul juga berpesan kepada hadirin bahwa dalam pembangunan mengajak seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang ormas untuk menjaga Guyub Rukun dan jangan ‘Congkrah’ diantara sesama warga masyarakat mengingat hal tersebut merupakan modal kita dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“ Acara semacam ini sebagai sarana interaksi sosial masyarakat yang guyub rukun untuk kemajuan negara, kesatuan dan keutuhan NKRI, ditambah dengan do’a untuk Gunungkidul yang maju, makmur dan sejahtera lahir dan batin “.kata Dr. Immawan dalam sambutan tanpa teks dalam bahasa jawa dihadapan jama’ah dan hadirin yang hadir di Dusun Munggur Sidorejo Ponjong.

[PIC4]   [PIC1]

[PIC2]   [PIC3]

Sementara itu dalam laporannya Ketua Panitia Supono mengemukakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan tema ‘Munggur Bersatu’ yaitu terselenggaranya acara ini berkat dukungan dan peran serta masyarakat Munggur baik yang berada di perantauan maupun yang di Gunungkidul. Selain itu ditambahkan pula bahwa disebut Munggur Bersatu karena nama Dusun Munggur kebetulan merupakan nama dari dua dusun yang berhimpitan dari dua wilayah yang berbeda bagian timur merupakan Munggur bagian dari wilayah Desa Sidorejo, Ponjong, sementara Munggur di sisi barat dan sebagian selatan merupakan bagian wilayah dari Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, namun demikian kekeluargaan dan persaudaraan dalam berbagai kegiatan tetap terjaga meskipun berbeda domisili wilayah administrasi pemerintahan.

Turut hadir pada pengajian akbar ini perwakilan dari Badan Kesbangpol Gunungkidul, Muspika Kecamatan Ponjong, tokoh agama, perwakilan ormas islam, tokoh masyarakat dan ratusan jama’ah dari wilayah Kecamatan Ponjong, Semanu dan Karangmojo.(soera/sumarno)