Seminar Pengembangan Geopark

Dalam rangka meningkatkan upaya pemanfaatan sumber daya geologi melalui konsep Geopark di Indonesia, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Badan Geologi melaksanakan seminar selama dua hari, jumat-sabtu  (20/01-21/01/17) di Hotel Santika Premier Yogyakarta, hadir dalam acara Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos beserta jajaran, Kepala Badan Geologi Ego Syahrial, Dirjen PDP Kementerian Pariwisata Dadang R. Ratman, Deputi 4 Kemenko kemaritiman, Ketua Harian KNIU Kemdikbud Prof. Arif Rahman. Kegiatan ini sebagai upaya sinkronisasi kegiatan disetiap Kenterian terkait, maupun Pemerintah Daerah dalam upaya pengembangan dan pembangunan Geopark.

[PIC3]
Saat ini Indonesia sudah memiliki 2 global geopark dan 4 nasional geopark. Geopark merupakan peluang besar untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Hal ini menjadi strategi baru dalam menggantikan ketergantungan SDA geologi dari eksplorasi/eksploitasi mineral ke sektor pariwisata.
Indonesia memiliki keunggulan lebih akan potensi geopark dibanding negara-negara lainnya. Hal ini disebabkan karena setting geografis Indonesia strategis di atas pertemuan 3 lempeng besar dunia, sehingga keunikan morfologi geologi di Indonesia seringkali tidak ada duanya di dunia dan dapat menjadi universal value (nilai-nilai yang mendunia).

[PIC2]
Sejarah konsep geopark muncul sebagai wujud peran UNESCO dalam mengurangi konflik-konflik masyarakat dunia. UNESCO menyadari bahwa alasan mendasar konflik dalam masyarakat terjadi akibat kurangnya pemahaman ilmu pengetahuan. Dalam hal ini ditemukan bahwa konflik-konflik dalam masyarakat sering terjadi akibat situs-situs geologi dan setting geografis.
Empat syarat mendasar dalam pengembangan geopark Indonesia, yaitu:
1.    Substansi keilmuan yang didukung kelompok ahli (Badan Geologi)
2.    Lembaga/legal foundation sebagai eksekutor
3.    Mekanisme manajemen lembaga yang terkoordinasi dengan baik dalam perancangan tupoksi dan anggaran realisasi
4.    Geopark menjadi alat konservasi kearifan lokal dan alam
Disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata GK Hari Sukmono usai mengikuti kegiatan ini bahwa, Rapat Koordinasi Nasional Geopark ini diharapkan menjadi cikal bakal penentuan ad hoc committee (tim khusus) untuk memiliki Komite Nasional yang permanen sebagai lembaga advisor bagi daerah-daerah dalam pengembangan geopark sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan UNESCO.

[PIC1]
Kelembagaan Komite Nasional Geopark diharapkan dapat berperan penting untuk mengurangi adanya egosentrisme antar wilayah di Indonesia. Sehingga, geopark dapat menjadi alat mencapai konservasi nilai geologi, biodiversity, serta pengembangan masyarakat/culture yang baik. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Arif Rahman selaku ketua KNIU(komite Indonesia untuk UNESCO) (marno/sura)