Sambirejo Ngawen Sentra Genteng Pres di Gunungkidul

Gunungkidul – Genteng merupakan bagian penting dari sebuah bangunan rumah yang berfungsi sebagai pelindung dari terpaan sinar matahari dan hujan bagi penghuninya. Pada masa lalu masyarakat Gunungkidul dalam membangun rumah untuk kebutuhan genteng pres harus mendatangkan dari luar wilayah Gunungkidul, namun mulai saat ini tidak perlu lagi harus mencari genteng ke luar daerah. Tepatnya pada hari Selasa (24/1/2017) Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen telah diresmikan oleh Bupati Gunungkidul sebagai sentra industri genteng pres di Kabupaten Gunungkidul.

Peresmian sentra industri genteng pres tersebut berdasarkan penetapan Desa Sambirejo Kecamatan Ngawen sebagai sentra industri kerajinan genteng pres dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul.

Hadir pada peresmian ini mendampingi Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hidayat, SH, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Drs. Agus Prihastoro, Camat Ngawen bersama Muspika Ngawen dan Kades Sambirejo beserta jajarannya.

Dalam sambutan selamat datang Kades Sambirejo Yuliasih Dwi Martini menyatakan harapannya hasil dari sentra industri genteng pres Sambirejo direkomendasikan untuk proyek-proyek pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Selain itu diungkapkan pula oleh mantan anggota DPRD Gunungkidul ini keberadaan genteng pres Sambirejo Ngawen dapat masuk dalam Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ) dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul pada kesempatan ini menyampaikan bahwa Kabupaten Gunungkidul kaya akan potensi sumber daya alam yang salah satunya berupa tanah liat sebagai bahan baku batu bata atau genteng. Hj. Badingah memberikan apresiasi atas kreatifitas warga masyarakat Gunungkidul khususnya Desa Sambirejo yang telah memanfaatkan dan mengembangkan potensi tersebut dalam kelompok industri genteng pres.

Lebih lanjut Bupati Gunungkidul juga menyampaikan, genteng sebagai komponen pelengkap rumah saat ini bukan hanya sebagai pelindung pada saat panas dan hujan namun juga dapat menjadi ladang bisnis yang menjanjikan serta hasilnya tidak tergantung dengan masa-masa tertentu sebagaimana bidang pertanian. Disamping itu juga dapat membuka lapangan kerja baru dan dapat memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat

“ Ada yang tidak boleh kita lupakan dengan adanya industri genteng pres ini yaitu, rusaknya alam akibat penggalian tanah liat sebagai bahan baku pembuatan genteng pres. Hal ini harus betul betul kita jaga sehingga adanya sentra industri genteng pres ini tidak mengakibatkan kerusakan alam yang dapat merugikan kelak di masa depan “. pesan Bupati kepada hadirin.

Hal tersebut sangat ditekankan oleh Bupati Gunungkidul mengingat penggalian tanah liat yang kurang perhitungan dapat menyebabkan kerusakan lahan disekitarnya. Selain itu, proses pembakaran hendaknya diperhitungkan dengan cermat agar asap yang ditimbulkan tidak mengakibatkan polusi udara lingkungan sekitarnya. maka perlu dipikirkan untuk mengupayakan penggunaan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan bagi pelaku industri genteng pres di Sambirejo, Nagwen, Gunungkidul. Sebagaimana laporan Ketua Kelompok Pengrajin Genteng Pres “ Sari Bumi Jaya “ Sido Miharjo, sampai dengan saat ini jumlah pengrajin genteng pres di Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen 22 pengrajin 2 pengrajin Kecamatan Semin dan 20 pengrajin Kecamatan Ngawen dengan jumlah tenaga kerja 220 orang. Omset bisnis genteng pres ini pada tahun 2016 yang lalu tercatat 4,9 milyar rupiah dengan wilayah pemasaran meliputi wilayah eks Karesidenan Surakarta yang terdiri atas Kota Surakarta, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri serta di wilayah Kabupaten Gunungkidul. (mty/sura)

[PIC1]    [PIC2]