Gunungkidul – Bali bagi masyarakat sudah bukan tempat yang asing lagi bagi masyarakat khususnya masyarakat Gunungkidul, mengingat Bali sudah sangat terkenal sampai luar negeri terutama potensi wisatanya. Namun demikian pemeritahan yang diselenggarakan juga hampir sama dengan daerah lain banyak persoalan atau permasalahan yang harus diselesaikan oleh jajaran pemerintahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah ketersediaan kebutuhan dasar bagi masyarakat berupa pangan dan ketersediaan air.
Berkaitan dengan hal tersebut pada hari Senin tanggal 30 Januari 2017 Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekretaris Daerah I Gede Putu Winastra beserta pimpinan OPD, Camat dan perwakilan Lurah se Kabupaten Klungkung mengadakan studi banding di Kabupaten Gunungkidul.
Rombongan studi banding Kabupaten Klungkung di terima jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Pendopo Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul yang dipimpin oleh Ir. Azman Latif Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gunungkidul yang mewakili Bupati Gunungkidul.
Hadir pula menerima rombongan Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Gunungkidul Drs. Agus Kamtono, MM dan perwakilan pimpinan OPD se-Kabupaten Gunungkidul.
Dalam sambutannya Ir. Azman Latif mewakili Bupati menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Bupati Klungkung beserta rombongan yang terdiri dari Pimpinan OPD Kabupaten Klungkung beserta awak media yang menyertainya. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan kerjasama untuk saling tukar menukar informasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat.
“ Dengan adanya kunjungan ini kami dari Kabupaten Gunungkidul juga akan belajar tentang pengelolaan pariwisata di Bali untuk diterapkan di Gunungkidul “. Kata Azman latif.
Sementara itu I Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengemukakan bahwa kondisi Kabupaten Klungkung sebenarnya hampir sama dengan kondisi geografis Kabupaten Gunungkidul yang berupa pegunungan dengan luas wilayah + 315 km2, yang terdiri atas 4 wilayah kecamatan dimana 3 kecamatan berada di darat dan 1 wilayah kecamatan berupa kepulauan. Kondisi pertanian juga sama dengan Kabupaten Gunungkidul yaitu lahan pertanian yang sebagian besar lahan tadah hujan. Adapun maksud tujuan kunjungan ke Kabupaten Gunungkidul yaitu untuk belajar terkait pengelolaan sumber daya air dan sistem pertanian lahan kering yang di terapkan di Kabupaten Gunungkidul.
Ditambahkan I Nyoman Suwirta Kabupaten Klungkung saat ini menyandang lima predikat nasional yaitu sebagai; kawasan konservasi perairan, kawasan strategis pariwisata nasional, kawasan pengelolaan air laut, sentra pembibitan sapi bali dan kawasan pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“ Sebagai kawasan perairan nasional dengan 3 pulaunya, pada saat tertentu Kabupaten Klungkung memiliki potensi ikan sun fish dan kawasan snorkeling di Pantai Nusa Penida “ jelas Bupati Klungkung dihadapan hadirin.
Usai penyambutan dan ramah tamah di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari rombongan melanjutkan kunjungannya untuk melihat pengelolaan SPAMDES di Desa Karangrejek yang pada kesempatan ini rombongan diterima langsung oleh Bupati Gunungkidul Hj. Badingah di lokasi kunjungan.
Selanjutnya Bupati Klungkung Bali didampingi Bupati Gunungkidul meninjau pemanfaatan air tanah atau sumur bor yang dimanfaatkan warga masyarakat untuk pengairan di lahan kering di lahan pertanian Dusun Blimbing, Desa Karangrejek Wonosari. Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos dihadapan rombongan menyatakan pemanfaatan air tanah untuk pengairan ini hanya dilakukan pada musim kemarau kebanyakan untuk komoditas pertanian berupa sayuran dan palawija. “ Sudah menjadi budaya masyarakat Gunungkidul hasil pertanian berupa bahan pangan (padi, jagung, ketela.red) setelah panen tidak dijual namun disimpan sebagai simpanan pangan bagi keluarga dan masyarakat, sehingga hal tersebut sangat mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul.”kata Hj. Badingah di hadapan Bupati Klungkung dan rombongan saat meninjau lahan pertanian Dusun Blimbing, Desa Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul.(sura)
[PIC1] [PIC2]
[PIC3] [PIC4]

