Gunungkidul – Keterbatasan anggaran menjadi kendala pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Gunungkidul. Hal tersebut disampaikan Bupati Gunungkidul Hj Badingah, SSos, disela kegiatan Sosialisasi SPM Dikdas kepada pemangku kepentingan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Selasa, (12/9). Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa dengan adanya bantuan hibah dari Uni Eropa, ADB, Kemendikbud dan Kementerian Keuangan sangat membantu akan kemajuan pada bidang pendidikan di Gunungkidul.
“Salah satu pendukung upaya pemenuhan SPM Pendidikan Dasar berasal dari dana hibah yang diberikan Uni Eropa, ADB, Kemendikbud dan Kementerian Keuangan sebesar Rp. 2,8 M melalui program PKP SPM Dikdas sejak tahun 2014,” terang bupati.
Bukan hanya itu saja, para pelaku dunia usaha dan dunia industri (Dudi) dalam berbagai kesempatan juga telah berpartisipasi aktif dalam pemenuhan SPM Dikdas ini. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan apresiasi penghargaan atas kepeduliannya untuk kemajuan Kabupaten Gunungkidul.
“Penganugrahan Dunia Usaha dan Dunia Industri peduli pendidikan 2017 merupakan bentuk apresiasi sederhana dari Pemerintah Daerah, dengan harapan hal ini akan menjadi pengingat bahwa kontribusi di dunia pendidikan merupakan cara yang benar dan tepat guna pengembangan sumber daya manusia yang lebih baik,” terang Bupati.
[PIC1]
Sementara itu, perwakilan dari Kemendikbud RI Nurma Dewi Saleh dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa dengan ditetapkannya SPM Bidang Pendidikan Dasar maka setiap daerah perlu menyusun perencanaan program atau kegiatan untuk mencapai SPM. “Standar Pelayanan Minimal adalah layanan yang harus didapat setiap warga negara, untuk itu kami terus mendorong bagaimana upaya pemerintah untuk dapat memberikan layanan yang bermutu kepada masyarakat, SPM Pendidikan menyatakan secara tegas dan rinci berbagai tanggungjawab Pemerintah Kabupaten, Kota oleh Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan layanan pendidikan yang layak, ” terang Nurma.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Gunungkidul Bahron Roshid mengakui, masih terdapat ratusan lembaga pendidikan di Gunungkidul yang masih mengalami kekurangan fasilitas sarana belajar mengajar. Data yang dimiliki, dari sekitar 741 sekolah yang ada, masih terdapat 16 % atau 118 sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan masih belum mencapai SPM. “Pemerintah Daerah terus berupaya dan berusaha mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat, untuk penyelenggaraan pendidikan yang baik,” tegas Bahron.
[PIC2]
Tampak hadir pada acara penganugerahan DUDI kali ini, Bupati Hj. Badingah, S.Sos., Ketua DPRD, Ketua Komisi C dan Komisi D DPRD Gunungkidul, Asisten I Sekretariat Daerah, jajaran Tim Pengarah Program PKP-SPM Dikdas Kabupaten Gunungkidul yaitu Kepala Bappeda, Kepala BKAD, Kepala Kantor Kemenag, Dewan Pendidikan, Kepala BKPP, Kepala UPT PAUD, SD se Kabupaten Gunungkidul, unsur dunia usaha yang ada di Kabupaten Gunungkidul. (tim_ikp*)

