Gunungkidul – Kontingen kebudayaan Kabupaten Gunungkidul yang menampilkan Upacara Sadranan Hutan Wonosadi Ngawen berhasil meraih juara pertama festival uapacara adat yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu tanggal 30 Juli 2017 di Taman Tirto, Kasihan, Bantul. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Adat Seni dan Tardisi Dinas Kebudayaan Gunungkidul Ristu Raharja yang didampingi Dwijo Winarto, Kasi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul diruang kerjanya.
[PIC2] [PIC3]
Ditambahkannya kegiatan ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pelestarian budaya yang ada di masyarakat, kegiatan festival adat dilaksanakan secara bergiliran di masing-masing kabupaten/kota di DIY.
[PIC1] [PIC6] [PIC5] [PIC7]
Selain mengirimkan Upacara Sadranan Hutan Wonosadi, Beji, Ngawen, tim Kabupaten Gunungkidul juga mengikuti acara pendukung berupa pameran. Pameran yang dilaksanakan oleh tim juga meraih penghargaan sebagai penyaji terbaik dan terfavorit pada Pameran Pendukung Festival Upacara Adat DIY Tahun 2017. Barang-barang yang dipamerkan merupakan hasil kerajinan warga Beji, Ngawen, yang berupa perkakas rumah tangga yang terbuat dari bambu yang biasa dipakai oleh warga masyarakat Gunungkidul dalam kehidupan sehari-hari, seperti; kukusan, kalo, besek, senik, tenggok. Benda-benda yang saat ini mulai jarang dipergunakan tersebut, ditangan seniman-seniman Gunungkidul didesain atau dimodifikasi menjadi kreasi seni yang sangat menarik sehingga layak untuk memperoleh penghargaan.
Adapun hasil Festival Upacara Adat antar Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebagai berikut;
1. Juara Pertama Kabupaten Gunungkidul;
2. Juara Kedua Kabupaten Kulonprogo;
3. Juara Ketiga Kabupaten Bantul;
4. Juara Harapan Pertama/Keempat Kabupaten Sleman;
5. Juara Harapan Kedua/Kelima Kota Yogyakarta.(tim_ikp*)

