Gunungkidul – Pemerintah terus berupaya mengantisipasi dan menanggulangi kemungkinan bencana yang akan terjadi, terlebih di musim penghujan saat ini, dengan membentuk Kampung Siaga Bencana yang diprakarsai Kementerian Sosial RI. Seperti halnya di Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, yang dikukuhkan sebagai Kampung Siaga Bencana pada Jumat (24/11), oleh Dr. Mukman Nuryana, Staf Ahli Kementerian Sosial RI, di Balai Desa Ngoro-oro, sekaligus dilaksanakan simulasi penanggulangan bencana. Simulasi menggambarkan terjadinya bencana alam tanah longsor dan puting beliung dan penanggulangannya oeh Tim Tagana bersama Tim Kampung Siaga Bencana (KSB), yang melaksanakan pertolongan dan penanganan bencana dengan mengevakuasi korban, pendirian Posko, dan langsung dilakukan penanganan pertama untuk selanjutnya dirujuk ke rumah sakit. Turut hadir pada kesempatan ini, Kasubdit Mitigasi Menteri Sosial RI, Masitoh, Wakil Bupati, Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Dra. Siwi Iriyanti, PLT Kepala Harian BPBD, unsur Muspika Kecamatan Patuk, Relawan Tagana, dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB).
Pada kesempatan ini Dr. Mukman Nuryana mengatakan bahwa, Kampung Siaga Bencana merupakan program unggulan Kemensos RI dengan melibatkan masyarakat setempat yang dikombinasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan gotong royong di Gunungkidul. “Bencana mengakibatkan kerugian yang sangat besar di masyarakat, dihimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian yang lebih kepada masyarakat khususnya di wilayah rawan bencana, sehingga masyarakat mampu melakukan tindakan tercepat, terbaik apabila terjadi bencana”. Pembentukan kampung siaga bencana dilakukan di seluruh Indonesia dengan total 570 lokasi, selain dibentuk dengan dana Pemerintah Pusat, diharapkan pemerintah daerah mendorong untuk membentuk hal serupa dengan menggunakan APBD, serta dengan pembinaan secara berkelanjutan dari pemerintah daerah sangat diperlukan, terlebih Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah rawan bencana urutan ke 3 di Propinsi DIY.
Diharapkan dengan adanya KSB ini masyarakat lebih sigap dalam menghadapi bencana, akan saling bantu membantu bekerjasama menanggulangi bencana dan mengurangi risiko dengan kearifan lokal yang telah tumbuh di masyarakat yang sangat besar manfaatnya. Terbentuknya KSB diharapkan menjadi virus yang dapat segera dikembangkan di desa lainnya. “Saya berharap Menteri Sosial di waktu akan datang dapat hadir di Gunungkidul, untuk menetapkan Kabupaten Gunungkidul sebagai kabupaten Siaga Bencana”, pungkasnya.
Wakil Bupati menyampaikan, atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI, melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Dinas Sosial maupun BPBD DIY, atas perhatian dan kepeduliannya terhadap keberadaan sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi.
Kegiatan simulasi penanggulangan bencana dan pengukuhan Kampung Siaga Bencana, di Desa Ngoro Oro Kecamatan Patuk ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kewaspadaan dini atau sikap tanggap masyarakat terhadap potensi bencana alam yang dapat datang sewaktu waktu. Karakteristik bencana yang berpotensi melanda wilayah kabupaten Gunungkidul adalah kekeringan, gempa bumi, tanah longsor, angin kencang, abrasi dan gelombang tinggi di wilayah pesisir. Langkah bijaksana dalam mengantisipasi dan mewaspadai kondisi kawasan rawan bencana ini, adalah mendorong masyarakat yang tinggal di wilayah ini, memiliki sikap tanggap dan kewaspadaan yang tinggi terhadap setiap kerawanan bencana. Pemerintah daerah berharap setelah dikukuhkan sebagai kampung siaga bencana, masyarakat agar lebih waspada dan mawas diri serta terus berpegang pada nilai-nilai guyup rukun, goyong royong, membangun persatuan dan kesatuan.
Kegiatan diakhiri Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB ) oleh Dr. Mukman Nuryana, dan penyerahan peralatan mengahadapi Bencana. (*tim_ikp)
[PIC2][PIC3][PIC4]

