Gunungkidul-Sebuah pencapaian bukan merupakan suatu kebetulan, namun harus dipersiapkan jauh-jauh hari, tidak secara instan, tetapi melalui proses perjuangan panjang. Demikian ungkapan yang pas bagi peraih nilai Bahasa Indonesia 98.00, Bahasa Inggris 92.00, Matematika 100.00, IPA 100.00 dengan total nilai 390.00 yang merupakan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) SMP se Daerah Istimewa Yogyakarta, Elisabeth Maria Indah Ferianti (15).[PIC1]
Siswi SMP N 1 Wonosari ini mengaku memang telah menggantungkan cita-citanya meraih prestasi sejak naik ke kelas IX. Putri pasangan guru ini mengatakan, mimpi memiliki nilai tertinggi se-DIY lebih mantap ingin dicapai setelah dinobatkan sebagai juara olimpiade IPA tingkat Nasional. “Setelah mendapat juara pada olimpiade IPA, saya sudah mendapat jaminan masuk di Sekolah Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School. Sehingga saya membuat target untuk memiliki nilai UN tertinggi,” tuturnya saat dihubungi di kediamannya, Jl. Mayang No. 65 Gadungsari, Wonosari, Kamis (01/06).
Pemilik nama lengkap Elisabeth Maria Indah Feiranti ini berbagi metode belajarnya sehingga mampu memperoleh nilai terbaik. Putri pasangan Arif Imanudin (48) dan Emi Susanti (48) ini, mengaku lebih memilih belajar secara rutin, bukan menumpuk agenda belajar saat ujian telah mepet. “Ketika menjelang hari H saya lebih memilih piknik di lokasi yang tidak terlalu jauh. Saya juga ajak keluarga untuk mengurangi penat selama belajar,” imbuhnya. Selain piknik, untuk mengurangi letih belajar dirinya juga suka meluangkan waktu memainkan biola kesayangannya. Dirinya tidak risau, penurunan intensitas aktivitas belajar sengaja dilakukan karena persiapan mengenai penguasaan materi dianggap cukup. Malah jangan terlalu dipikirkan, hasil nggak mungkin menghianati sebuah upaya dan kerja keras. “Kelak saya ingin menjadi arsitektur,” jawab Elisa ketika ditanya mengenai pilihan profesi dimasa depan.
Selain upayanya secara mandiri, orang tua juga memiliki peran penting terhadap keberhasilan Elisa. Dukungan keduanya cukup banyak memberikan andil. Sebagaimana disampaikan Ayah Elisa, Arif Imanudin, perintah agar putrinya rajin belajar kerap diberikan. “Namun wajar-wajar saja, saya tidak terlalu memaksa agar Elisa terus-terusan belajar. Saya dukung cara belajar yang dipilih. Termasuk keinginan mengikuti les dengan guru mata pelajaran di sekolah,” ucap Arif. Arif tak mempermasalahkan dirinya harus rutin mengantar Elisa mengikuti les di beberapa guru mata pelajaran. “Meski saya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di SMK, les bersama guru Bahasa Inggris SMP tetap saya dukung,” imbuhnya.
Agus Suryono selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Wonosari mengatakan, Elisabeth memang salah satu siswi yang tekun dan pekerja keras, serta memiliki semangat belajar tinggi. “Semoga akan menginspirasi siswa siswi yang lain, dengan harapan prestasi pendidikan di Gunungkidul akan lebih baik lagi diwaktu mendatang”, pintanya. (tim_ikp)

