Gunungkidul – Demikian pesan Dandim 0730/Gunungkidul,Letkol M. Taufik Hanif, dalam sambutannya kepada jamaah pada cara safari tarawih putaran keempat, Kamis (8/6), di Masjid Al-Furqon, Karang, Jetis, Saptosari. Selain itu Dandim juga menyampaikan kepada warga masyarakat pengalamanya selama bertugas sebagai anggota TNI diberbagai daerah di Papua, Kalimantan, Sumatera dan Gunungkidul yang masing-masing wilayah kaya akan potensi sumberdaya alam yang luar biasa, hal tersebut membuktikan bahwa negara Republik Indonesia sangat kaya sehingga menjadikan banyak pihak-pihak asing yang ingin untuk menguasainya.
“Negara kita, ibarat gadis yang cantik sehingga banyak yang naksir.” Kata Letkol. M. Taufik Hanif.
Ditambahkannya sudah beberapa waktu lalu jajaran pimpinan TNI mengingatkan bahwa saat ini sedang terjadi proxy war dengan memanfaatkan berbagai media salah satunya melalui media sosial yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan akan mengeruk kekayaan negara kita. Pada kesempatan ini Dandim 0730/Gunungkidul juga menyampaikan adanya tiga ancaman bagi bangsa Indonesia yaitu pertama ancaman teroris yang mengganggu dan merusak stabilitas keamanan, kedua ancaman narkoba yang masuk melalui berbagai cara dengan tujuan untuk merusak generasi muda sebagaimana yang dilakukan oleh Inggris dan Perancis untuk mengalahkan Cina dalam perang candu, dan ketiga ancaman konflik sosial/horisontal sebagaimana yang pernah terjadi di Ambon dan Poso.
Dibelakang ancaman-ancaman tersebut ada negara-negara asing yang akan mengambil keuntungan apabila ancaman terjadi di Indonesia. Maka, M. Taufik Hanif, berharap agar warga masyarakat khususnya masyarakat Gunungkidul untuk berhati-hati dalam memanfaatkan media. “Masyarakat hendaknya waspada dan tidak terpengaruh hasutan dari media atau berita Hoax, saring informasi dan cek kebenaran informasi yang diterima dari media maupun media sosial karena kemungkinan ada potensi konflik dalam konten-konten media sosial. Jaga Gunungkidul damai, sejahtera, persatuan dan kesatuan warga Gunungkidul sehingga kejadian di luar negeri tidak terjadi di Indonesia.”tegas Dandim.
Pada akhir sambutannya, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul kembali menegaskan bahwa tugas jajaran TNI menjaga keamanan wilayah negara Indonesia khususnya Gunungkidul yang memiliki potensi luar biasa untuk kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.
[PIC1]
Bupati Gunungkidul pada kesempatan ini mengajak warga masyarakat untuk mendukung program pembangunan pemerintah salah satunya rencana pendirian rumah sakit di wilayah Jetis, Saptosari, yang pada saat ini sudah memasuki tahapan lelang pekerjaan.
Ditambahkannya seiring dengan perkembangan wilayah selatan Gunungkidul dengan adanya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan jalur menuju destinasi wisata, Bupati menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menjual tanahnya namun disewakan saja.
Menurut Hj. Badingah, kedepan kawasan ini akan berkembang menjadi pusat-pusat perekonomian baru di wilayah Kabupaten Gunungkidul yang diikuti dengan naiknya nilai ekonomis tanah di wilayah tersebut. “Kedepan harga tanah di wilayah ini bisa mengalahkan harga tanah di Kota Wonosari.”ungkapnya.
Turut hadir pada safari tarawih di Masjid Al-Furqon, Karang, Jetis, Saptosari ini, Forkompimda Kabupaten Gunungkidul, Pimpinan OPD Kabupaten Gunungkidul yang tergabung dalam kelompok II, Pimpinan perbankan di Gunungkidul, Camat dan Forkompimca Saptosari serta Kades dan perwakilan tokoh masyarakat Saptosari.
Ceramah disampaikan oleh KH. Muhammad Tohari dari Playen, yang mengangkat tema tentang guyub rukun kunci sukses hidup manusia.
[PIC2] [PIC3]
Pada kesempatan yang sama Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT mempimpin rombongan safari tarawih di Masjid Al-Barokah, Belang, Terbah, Patuk bersama jajaran pimpinan OPD pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Dalam sambutannya Sekretaris Daerah, menyampaikan safari tarawih yang dilaksanakan merupakan ajang silaturahmi dan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Ditambahkannya pemerintah kecamatan bersama warga masyarakat dengan semangat gotong royong diharapkan dapat menganngkat dan mempromosikan potensi yang ada di wilayahnya guna memajukan dan menyejahterakan masyarakat.
Ir. Drajad Ruswandono, MT pada akhir sambutannya mengajak jamaah untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan dan menjaga persatuan dan kesatuan dengan senantiasa agar selalu mengkomunikasikan apapun yang positif untuk kemajuan dan menjadikan Gunungkidul yang baldhatun thoyibadun wa rofun ghofur. Acara dilanjutkan dengan pengajian yang diisi ceramah oleh Ustad Drs. H. Ngatemin, MA dari Kantor Kemenag Gunungkidul. (tim_ikp*)

