SMAN 2 Playen Bangun Masjid senilai 1,5 M

Gunungkidul – Dalam peningkatan pembangunan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sangat diperlukan adanya sarana dan prasarana beribadah yang representatif. Seperti halnya pembangunan masjid di lingkungan sekolah, selain berfungsi sebagai tempat beribadah, juga merupakan sentra penanaman nilai-nilai keagamaan maupun pembangunan karakter secara spiritual di kalangan pelajar. Pendidikan Agama Islam adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan, baik secara teori maupun praktek di sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut sangat dibutuhkan bangunan masjid di sekolah-sekolah, khususnya di Kabupaten Gunungkidul.

Rabu, (20/06) SMA N 2 Playen memulai pembangunan Masjid Ainun Jariyah, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Gunungkidul Dr. H. Imawan Wahyudi, M.H. Turut hadir dan menyaksikan, Kepala Balai Pendidikan dan Olah Raga Propinsi DIY, Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Plt. Camat Playen beserta unsur Muspika, Civitas akademika SMA N 2 Playen, dan tamu undangan.
Pada kesempatan ini Kepala Sekolah, Fadmiyati melaporkan bahwa pembangunan Masjid Ainun Jariyah ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. 1.516.446.000.00,- dengan pola pembangunan dua tahap, tahap pertama dengan biaya Rp. 850.000.000,-, tahap kedua dengan biaya Rp. 666.446.000,-. Area yang akan digunakan pembangunan masjid  seluas  625 m2, direncanakan akan dibangun dua lantai dengan luas bangunan inti 225 m2.

[PIC1]  [PIC3]

Disampaikan pula pembangunan masjid ini selain merupakan tempat kegiatan umat muslim untuk mencapai ridha Allah SWT., juga sebagai tempat pendidikan dan pembinaan generasi muda sebagai pengganti pemimpin bangsa serta meningkatkan pemahaman dan penghayatan tentang agama Islam. “Diharapkan fungsi masjid mampu untuk membantu mewujudkan masyarakat muslim yang beriman, dan bertaqwa, baik warga SMA N2 Playen, maupun masyarakat sekitar”. terangnya.

Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Immawan pada sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran SMA N 2 Playen yang merencanakan pembangunan masjid Ainun Jariyah, serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam hal ini. “Yang paling utama pembangunan masjid ini harus mengandung niat Lillahita ala lilmardhotilah kepada siapapun yang menggagas, merancang dan yang membangun” tegasnya.

[PIC2]

Diharapkan dengan adanya masjid nantinya akan mempunyai efek ganda, salah satunya semakin kuatnya pembinaan aqidah dan akhlakul karimah. Selain itu pemerintah daerah juga berharap dengan semakin baik dan adanya fasilitas peribadahan yang baru ini, warga akan lebih baik, lebih positif dalam bertindak, bergaul untuk kebaikan banyak umat, dan membawa energi positif untuk Kabupaten Gunungkidul. “Semoga pembangunan ini dapat berjalan lancar, cepat selesai paripurna sesuai dengan yang direncanakan”. harapnya.(tim_ikp*)