Gunungkidul – Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika menjadim isu strategis bagi masyarakat dunia khususnya di Indonesia. Hal ini karena kejahatan ini merupakan ancaman serius, terorganisir dan bersifat lintas negara dengan sasaran semua lapisan masyarakat yang berdampak besar bagi kehidupan masyakat dalam segi kesehatan, sosial ekonomi dan keamanan. Dampak terbesar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat menyebabkan hilangnya generasi bangsa (lost generation) sebagai penerus bangsa. Badan Narkotika Nasional (BNN) baik tingkat pusat maupun daerah hingga Kabupaten/kota se-Indonesia sebagai ujung tombak penanganan permasalahan narkotika telah melakukan Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan P4GN juga menjadi program prioritas yang dilaksanakan oleh BNK Kabupaten Gunungkidul melalui Kantor Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul.
Pada tahun 2016 ini Kabupaten Gunungkidul mendapat amanah menjadi tempat penyelenggaraan upacara puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta yang jatuh pada hari Minggu 26 Juni 2016. Upacara peringatan HANI 2016 dilaksanakan di Bangsal Sewokoprojo Wonosari dihadiri oleh Gubernur DIY yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs. Soelistiyo, SH.CN, Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Immawan Wahyudi, Ketua BNNP DIY Kombes Pol Soetarmono, Fokompimda DIY dan Gunungkidul, Kepala SKPD se-Kabupaten Gunungkidul serta Jajaran BNK Kabupaten/Kota Se-DIY.
Tema yang diangkat BNN pada Peringatan HANI Tahun 2016 adalah “Listen First : Listen to Children and Youth is The First Step To Help Them Grow Healthy and Safe” ( ” Dengarkan Dahulu : Mendengarkan Suara Hati Anak-anak dan Generasi Muda merupakan Langkah Awal untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat dan Aman dari Penyalahgunaan Narkoba “)
Dalam sambutan selamat datang Bupati Gunungkidul yang dibacakan Wakil Bupati Dr. Immawan Wahyudi menyampaikan keprihatinannya atas kondisi saat ini dimana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus meningkat terbukti dengan banyaknya kasus-kasus yang berhasil diungkap dan pelaku dijatuhi hukuman berat. Namun hukuman tersebut ternyata belum memberikan efek jera kepada pengedar maupun pengguna narkotika sehingga seluruh elemen masyarakat melalui momen ini dapat meningkatkan peran sertanya untuk mencegah dan memberantas narkoba. “ Kondisi saat ini sangat memprihatinkan karena banyak generasi muda yang hancur dan terjerumus dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba ”.kata Dr. Immawan.
[PIC2]
Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs. Soelistiyo, SH.CN mengatakan bahwa sebenarnya narkotika merupakan zat atau obat yang bermanfaat namun kalau disalahgunakan atau digunakan tidak sesuai dengan standar dapat menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi perorangan maupun masyarakat khususnya generasi muda. Hal tersebut akan lebih merugikan apabila disertai dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat mengakibatkan bahaya lebih besar bagi kehidupan dan nilai-nilai budaya bangsa yang akhirnya akan dapat melemahkan ketahanan nasional.
Terlebih saat ini adanya kecenderungan peningkatan kuantitas dan kualitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan korban yang meluas kepada anak-anak, remaja dan generasi muda.
Pada akhir sambutannya Gubernur mengharapkan partisipasi aktif dari semua komponen masyarakat untuk bekerjasama dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika khususnya diwilayah DIY.
“ Penyalahgunaan dan peredaran narkotika menjadi masalah bersama yang harus diselesaikan dengan melibatkan seluruh komponen mayarakat untuk bersatu pada dalam satu gerakan bersama guna melakukan pencegahan serta pemberantasan narkotika “.kata Gubernur DIY.
[PIC3]
Pada upacara peringatan HANI 2016 ini juga dibacakan ikrar anti narkoba oleh Sugeng Riyanto dari Satgas Anti Narkoba Gunungkidul yang ditirukan oleh seluruh hadirin yang hadir. Diserahkan pula penghargaan kepada penggiat anti narkoba dari sekolah, lembaga maupun perorangan. Yang terdiri atas; kategori sekolah SMPN 1 Wonosari dan SMAN 2 Playen, kategori lembaga/organisasi IPWL (Pusat Rehabilitasi) GALILEA ELKANA Panggang, Gunungkidul dan kategori perorangan tokoh masyarakat Wijayanto Gondo Kusumo alamat Kepek II, Kepek, Wonosari dan pemuda Sugeng Riyanto alamat Grogol VI, Bejiharjo, Karangmojo.
[PIC4] [PIC5]
Sebelum acara dimulai acara juga dimeriahkan dengan hiburan elekton dari Kepek Wonosari beserta paduan suara dari PKK Desa Kepek Kecamatan Wonosari.(soer/marno)

