Libur Lebaran menjadi berkah tersendiri bagi penjual makanan khas Gunungkidul yakni walang goreng. Hampir sepanjang jalan Karangmojo-Semin, Wonosari-Semanu, maupun jalan jalan yang menuju obyek wisata banyak dijumpai penjual walang goreng. Ada tiga macam rasa yang ditawarkan yaitu original (gurih), bacem (manis) dan pedas. Ada yang sudah digoreng ataupun masih hidup. Untuk yang sudah digoreng harga per toplesnya berkisar Rp 35.000, sedangkan yang masih hidup per ekornya Rp 500,-.[PIC1]
Kebanyakan peminat walang goreng adalah warga luar Gunungkidul. Sementara pemudik asal Gunungkidul membeli sebagai obat kangen setelah lama merantau. Seperti yang dilakukan oleh Suharto pemudik asal Ciledug Tangerang. ” Beli sudah 20 toples, 7 toples buat camilan di rumah, sisanya nanti dibawa pulang ke Ciledug. Sebagian besar orang yang pernah mencicipi belalang goreng mengatakan bahwa rasa belalang hampir mirip dengan rasa udang.” katanya.(nana)

