Gunungkidul-Perjuangan Gunung Sewu Geopark agar menjadi bagian dari aset dan diakui secara internasional telah berjalan cukup lama, dan pada tanggal 19 September 2015 yang lalu, perjuangan tersebut telah berbuah dengan masuknya Gunung Sewu kedalam jaringan Taman Geologi Global (Global Geopark Network). Terbentang lintas kabupaten, dan bahkan lintas provinsi, Gunung Sewu Geopark yang kita perjuangkan ini merupakan aset tak ternilai yang menyimpan beragam potensi, yang jika diberdayakan dengan baik akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagaimana geopark pada umumnya, Gunung Sewu Geopark juga mengandung nilai arkeologi, ekologi, dan budaya dan merupakan konsep pengembangan kawasan berkelanjutan yang memadukan 3 keragaman yaitu geologi, biologi, dan budaya, serta berpilar pada 3 aspek yaitu konservasi, pendidikan, dan penumbuhan ekonomi lokal dengan geowisata. Perpaduan harmonis tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang menjadi alasan kita untuk terus melestarikannya.
Selaras dengan moto Geopark Gunung Sewu yaitu “Melestarikan warisan bumi untuk mensejahterakan masyarakat,” diperlukan upaya yang masif dan konkret dalam menjaga kelestariannya. Sinergisme dan kerjasama intensif antara Pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, masyarakat, dan para pelaku wisata mutlak diperlukan mengingat Gunung Sewu Geopark ini melintasi 3 kabupaten dan 3 provinsi, serta akan menjadi obyek kunjungan dari wisatawan domestik maupun manca negara. [PIC6] [PIC2]
Tepat satu tahun diakuinya Geopark Gunungsewu oleh UNESCO diperingati dengan menggelar acara GEOPARK NIGHT SPECTA bersama Katon Bagaskara yang diiringi SMM ORCHESTRA YOGYAKARTA bertempat diarea parkir Embung Nglanggeran , Selasa (07/12/2016) hadir dalam acara Bapak Wakil Gubernur DIY, Pimpinan dan anggota DPRD DIY beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah , Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Gubernur Jateng / yang mewakili beserta jajaran nya, Bapak Gubernur Jatim/ yang mewakili beserta jajarannya, Perwakilan UNESCO Global Geopark Network, kepala divisi ekonomi, sosial dan kebudayaan kedutaan besar Amerika Serikat, Kerajaan Belanda, Prancis, Australia, Jerman , Republik Rakyat China, Jepang, Republik Korea, Malaysia dan Singapura. [PIC7] Beserta perwakilan konsulat jenderal Prancis , Inggris dan Jepang, Konsulat Kehormatan Austria , Tunisia, Hungaria, Checko, Mexico untuk Yogyakarta, Bapak Wakil Gubernur DIY, Pimpinan dan anggota DPRD Kab Gunungkidul beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gunungkidul, Bapak Bupati Wonogiri/ yang mewakili beserta jajaran nya, Bapak Bupati Pacitan Beserta Jajaranya, Bapak Wakil Bupati Bangli, Provinsi Bali, Perwakilan dari Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,General Manager Geopark Gunungsewu, Geopark Batur, Rinjani, Cileteuh, Merangin,Toba, Belitung, Segenap mitra industri pariwisata dan perhotelan, Pengelola 33 Geosite Di Kawasan Geopark Gunungsewu.
[PIC5]Dalam sambutanya Bupati Gunungkidul menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, mengucapkan selamat datang dan terima kasih serta memberikan penghargaan yang tinggi kepada segenap tamu undangan dan penonton yang telah berkenan hadir dan memeriahkan acara ini. kehadiran Bapak,Ibu event ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kebahagiaan bagi kami, yang kami harapkan dapat menginspirasi sekaligus memotivasi masyarakat luas untuk secara bersama-sama ambil bagian dalam upaya pelestarian Geopark Gunung Sewu sebagai bagian dari UNESCO dan Global Geopark Network. Tidak lupa kami ucapka terima kasih pula kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Kabupaten Wonogiri, dan Pacitan yang telah mendukung berlangsungnya acara ini. Gunung Sewu UNESCO Global Geopark adalah aset kita bersama sehingga agar predikat ini tetap kita miliki dan kemanfaatannya juga dapat lestari, saya mengharapkan partisipasi aktif semua pihak dalam mensosialisasikan, mempromosikan, dan memberdayakan potensi tak ternilai ini. Perjuangan menjadi bagian dari Global Geopark Network telah diraih, akan tetapi tantangan yang jauh lebih berat, yakni menjaga kepercayaan tersebut jauh lebih sulit. Upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus fasilitas infrastruktur dan akses ke berbagai wilayah tidak akan berarti tanpa dukungan Bapak,Ibu dan seluruh elemen masyarakat Gunungkidul. (sumarno/edt.har)

