Jokowi : Pungli hati-hati…! (Presiden Ancam Praktek Pungli)

Gunungkidul – Demikian salah satu poin penting yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo dihadapan ribuan warga masyarakat penerima sertipikat dan tamu undangan yang hadir pada acara Penyerahan Sertipikat Tanah Program Startegis Tahun 2016 Oleh Presiden RI yang diselenggarakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI di Lapangan Desa Karangrejek, Wonosari (Senin/10/10/2016).

Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden RI bagi semua aparatur sipil negara khususnya kepada pejabat-pejabat BPN yang menghadiri acara tersebut, “ Dan hati-hati, Saya lihat di sini banyak pejabat-pejabat BPN baik yang di propinsi dan kabupaten maupun kota, hati-hati mulai sekarang ini saya sudah peringatkan dulu ya, hati-hati mulai hari ini akan saya pantau akan saya kontrol, akan saya cek di setiap kantor dengan cara saya “.kata Jokowi dengan tegas, ditambahkan terkait dalam pelayanan pengurusan sertipikat  Beliau memperingatkan aparatur untuk mempermudah pengurusan dan tanpa pungutan.

“ Jangan ada lagi !, ada yang berbelit-belit yang gampang dimudahkan, yang mudah dicepetkan jangan diruwet-ruwetkan apalagi pakai minta-minta pungutan, pungli hati-hati…! “.ancam Presiden Jokowi

Ir. Joko Widodo memberikan contoh dua orang yang terjerat hukum akibat terindikasi melakukan pungli pada layanan di beberapa pelabuhan di tanah air yaitu di pelabuhan Tanjung Priok dan di pelabuhan Belawan padahal sebelumnya sudah diperingatkan untuk tidak melakukan praktik pungli.

Dikemukakan pula oleh Presiden untuk mengetahui dan melakukan pengawasan pelaksanaan pelayanan yang dilaksanakan oleh aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia akan melibatkan unsur intelijen yang ada, sehingga efektif dalam pengawasannya. “ Mata saya ada dimana-mana, Mata saya memang hanya dua, tapi intelijen ada dimana-mana, kalau saya sudah perintah diawasi pasti saya awasi “,tandas Jokowi.

[PIC1]

Harapan Presidan dalam memberikan pelayanan pengurusan sertipikat proses dibuat lebih sederhana, lebih mudah, lebih cepat dan tidak ada pungutan sehingga lebih murah, selain itu harapannya dengan sertipikat akan mempermudah rakyat dan ada kepastian.

Hal tersebut berdasarkan pengalaman Presiden Joko Widodo yang pernah mengalami sendiri mengurus pembuatan sertipikat yang diakuinya membuat geleng-geleng kepala. Presiden mengatakan; “ Karena saya sudah diberi amanah oleh rakyat, Saya tidak mau lagi kejadian, apa yang dulu saya alami sekarang dialami oleh masyarakat, oleh rakyat kita “.

Pada akhir sambutannya Ir. Joko Widodo kembali menegaskan bahwa dalam pengurusan sertipikat jangan sampai terjadi rakyat kecil dipersulit sementara yang besar lebih cepat lebih mudah, semua warga harus mendapat pelayanan yang sama dengan standar yang sama.

Sebelum menutup sambutan Presiden meminta tiga perwakilan penerima sertipikat untuk maju ke panggung untuk berdialog sekaligus memastikan proses layanan yang diberikan pemerintah dalam mengurus sertipikat, yang diakui oleh ketiga perwakilan bahwa dalam mengurus sertipikat tidak dipungut biaya dan waktunya juga tidak lama hanya sekitar sepuluh bulan semenjak bulan Januari 2016 pada saat mereka mulai mengurus berkas-berkas sertipikat.(soera)