Bupati Canangkan Layanan “SMS Bunda” bagi Ibu Hamil di Gunungkidul

Gunungkidul – Kemajuan teknologi informasi yang semakin maju di tengah-tengah masyarakat dewasa ini memberikan informasi dan kemudahan bagi masyarakat dalam aktifitas kehidupannnya tidak terkecuali dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Sehingga untuk mendapatkan anak yang berkualitas diperlukan perhatian dan pendampingan selama kehamilan bagi ibu dan anak-anak pada masa balita.Memahami hal tersebut pemerintah melalui instansi terkait bersama stakeholder perlu menyikapi dengan program yang ditujukan untuk pembelajaran bagi para ibu hamil. Salah satunya melalui program SMS Bunda yang diharapkan bisa menjadi perangkat komunikasi antara bidan dan tenaga kesehatan dengan ibu hamil.

Pada hari Kamis (8/12/2106) pukul 09.00 WIB bertempat di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos melaunching layanan SMS Bunda bagi Ibu Hamil dan Ibu yang memiliki anak usia Balita sampai dengan umur 2 tahun.

Turut Hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Drs. Agus Prihastoro beserta jajarannya, Dr. Susanti dari GE Foundation, perwakilan BPJS Yogyakarta, tamu undangan dari SKPD terkait serta ratusan perwakilan ibu hamil dari 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Dalam sambutannya Hj. Badingah menyambut baik launching program layanan SMS Bunda yang untuk wilayah DIY pertama kali adalah di Kabupaten Gunungkidul yang saat ini dilaksanakan. Lebih lanjut Bupati Gunungkidul menyatakan melalui program ini ibu-ibu hamil di Kabupaten Gunungkidul hendaknya dapat memanfaatkan sebagai media sosialisasi dan konsultasi bagi ibu hamil terkait kehamilannya secara intensif.

Melalui program ini Bupati berharap kualitas anak-anak di Kabupaten Gunungkidul semakin baik karena mendapat perhatian semenjak masa kehamilan sampai dilahirkan hingga usia 2 tahun. “ Harapannya anak-anak yang dilahirkan menjadi anak yang berkualitas karena sudah mendapat perhatian sejak masa kehamilan serta mendapat asupan gizi yang memadai melalui layanan konsultasi SMS Bunda “.kata Hj. Badingah.

Pada kesempatan sebelumnya Drs. Agus Prihastoro Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dihadapan Bupati dan hadirin yang hadir di Bangsal Sewokoprojo, menyampaikan bahwa dalam penanganan kesehatan masyarakat ada tiga tolok ukur utama dalam keberhasilannya, meliputi; kematian ibu hamil ketika melahirkan, kematian anak ketika dilahirkan dan gizi. Ditambahkan Agus Prihastoro dalam laporannya bahwa jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul saat ini sekitar 755 ribu jiwa dan yang hamil 9.976 sehingga perlu penanganan serius terhadap hal ini, diantaranya penambahan fasilitas kesehatan yang dalam waktu dekat akan dibangun rumah sakit di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul guna mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

[PIC1]  [PIC2]

[PIC5]  [PIC3]

Launching ditandai dengan pemanfaatan SMS Bunda oleh ibu-ibu hamil yang hadir dengan cara melakukan ketik SMSbunda kirim ke 082327735585 dengan telepon genggam yang dibawa masing-masing secara bersamaan.

Di tempat yang sama acara pencanangan ‘SMS Bunda’ dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu Dr. Susanti dari GE Foundation dengan narasumber Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos dengan materi kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan di Gunungkidul, Kadinkes Kabupaten Gunungkidul Drs. Agus Prihastoro materi kebijakan teknis bidang kesehatan khususnya kesehatan ibu hamil dan balita di Gunungkidul serta dr. Phyoway Ganap, S.POG. dari RS Sardjito Yogyakarta yang menyampaikan materi menjaga kehamilan dan kelahiran untuk mengantisipasi kematian ibu dan anak.

[PIC7]   [PIC8]

Adapun manfaat SMS Bunda yang dilaunching oleh Bupati Gunungkidul, meliputi;

  1. Meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga (termasuk suami) di Kabupaten Gunungkidul;
  2. Meningkatkan kemampuan ibu dan keluarga dalam mengidentifikasi tanda bahaya selama masa kehamilan, masa nifas maupun tanda bahaya pada bayi;
  3. Meningkatkan kesigapan ibu dan keluarga untuk mencari pertolongan tepat waktu jika ada kegawatdaruratan;
  4. Meningkatkan kunjungan inu hamil dan kunjungan ibu nifas/bayi ke tenaga kesehatan untuk memeriksakan kesehatannya, mendapatkan imunisasi serta mendapatkan layanan KB.

Pada akhir acara moderator mengajak hadirin untuk berdialog sekaligus membagikan doorprize kepada ibu hamil yang beruntung.(soera/martoyo)