SOSIALISASI PEMELIHARAAN MODEL SUMBER BENIH NANGKA di JATIAYU

Sebagian besar masyarakat  Gunungkidul belum memiliki ketertarikan yang kuat terhadap budidaya tanaman buah pada lahan-lahan produktif maupun kebun. Kegiatan pertanian masih didominasi oleh komoditas tanaman pangan baik padi maupun palawija seperti jagung, kacang, ketela, kedelai dan lain-lain. Meski terbuka potensi lahan atau area kebun yang cukup luas untuk budidaya komoditas lainya misalnya tanaman holtikultura namun sebagian besar masyarakat belum termotivasi untuk membudidayakanya. Kondisi inilah yang masih menjadi perhatian Pemerintah Daerah dan unsur terkait dalam pembangunan pertanian di Gunungkidul, pemerintah akan terus memotivasi dan memfasilitasi untuk membudidayakan tanaman bernilai ekonomis tinggi khususnya holtikultura maupun produksi buah-buahan lokal.[PIC1][PIC2]

Untuk mengatasi hal tersebut maka pada tahun 2010 dibangun sumber benih atau kebun pembenihan tanaman buah nangka oleh Fakultas Kehutan UGM dan BPDAS Serayu Opak Progo. Di sumber benih ini  terdapat beragam varietas buah nangka yang dikoleksi dari 11 Propinsi di Indonesia. Fasilitas ini akan menjadi media yang tepat dalam rangka melestarikan dan mengembangkan tanaman buah berbasis masyarakat.  Inisiator dan pimpinan pembangunan kebun benih nangka di Karangmojo adalah Prof. Muhammad Naiem, yang pada awal pembangunan kebun buah nangka ini untuk mendukung industri makanan tradisonal DIY, akan tetapi area kebun buah nangka ini terus dikembangkan untuk menjadi percontihan kebun buah nangka terbesar di Indonesia. Saat ini kebun buah nangka yang terletak di RPH Candi Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo dikelola oleh Kelompok Tani Subur dan Kelompok Tani Makmur.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan edukasi terkait sumber benih ini maka diadakan Sosialisasi Kegiatan Pemeliharaan Model Sumber Benih Nangka dari Fakultas Kehutanan UGM kepada kelompok tani yang mengelola RPH serta masyarakat yang belum menjadi anggota kelompok tani, Sabtu (05/11) di RPH Candi Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo. 

Dalam sambutanya Bupati menyampaikan harapannya untuk memanfaatkan fasilitas kebun benih serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai kompetitif produk-produk buah lokal Indonesia. Dengan berbagai keunggulan cita rasa maupun kandungan nilai gizinya,buah nangka tidak akan kalah bersaing dengan buah-buah impor yang semakin membanjiri pasar buah-buahan di Indonesia. “Pemerintah Daerah mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Sumber Benih Nangka di RPH Candi ini kepada masyarakat luas guna memberi pemahaman dan edukasi tentang keberadaan fasilitas sumber benih untuk mendukung budidaya tanaman buah nangka, sehingga keberadaan fasilitas ini akan memicu dan memacu semangat masyarakat maupun petani untuk turut meningkatkan produktivitas tanaman buah untuk meningkatkan daya saing buah lokal maupun kualitas  kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Kedepan masyarakat dan petani diharapkan mampu membudidayakan tanaman buah nangka yang unggul dan produktif,” tegasnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen PDASHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diwakili Direktur Kesatuan Hutan Lindung Ir. Bagus Herudojo Tjiptono, MP, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos, Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang diwakili Direktur Pengabdian Masyarakat Prof. Ir. Irfan Dwidyo Priambodo, M.Eng.Ph.D., Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr. Budiadi, S.Hut,. M.Agr., Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul, Direktur Wanagama 1, KKPH Yogyakarta, Kepala Perhutani, Ka. BKSDA Yogyakarta, BKH Yogyakarta, Kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(Sumarno/edit:Nana/Foto:Sumarno)