LAUNCING PENCANANGAN PENANAMAN LAHAN SULTAN GROUND

Sebagaimana diketahui bahwa Gunungkidul merupakan kabupaten terluas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan satu tuntutan memiliki luasan hutan yang ideal guna menjaga kualitas ekosistem yang ada sekaligus sebagai jantung hijau DIY. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan lahan yang memadai. Salah satunya pada acara memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) diadakan penanaman pohon pada lahan Sultan Ground (SG). Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menguak serta membangkitkan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya pohon guna mewujudkan harapan sekaligus meraih kualitas kehidupan yang lebih baik, terlebih lagi agar dapat mendorong dan meningkatkan perhatian serta kepedulian semua pihak akan pentingnya kelestarian lingkungan, mengingat lestarinya hutan dengan aneka ragam pohon dapat memberikan manfaat ekologis maupun manfaat secara ekonomi.[PIC1]

Secara kuantitatif luasan hutan di Kabupaten Gunungkidul saat ini adalah 42.781.34 Ha hutan rakyat dan 13.221.5 Ha hutan Negara yang terbagi menjadi 12.810.1 Ha merupakan hutan produksi dan sisanya hutan lindung. Sementara lahan kritis yang belum tertangani masih cukup luas sekitar 6.196 Ha yang sebagian berada dilahan Sultan Ground yang tersebar di enam Kecamtan yaitu Girisubo, Ngawen, Nglipar, Semanu, Semin dan Patuk.

Pencanangan Penanaman pada lahan Sultan Ground, Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional  (BMN) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 dipusatkan di Lapangan Desa Balong Kecamatan Girisubo, Sabtu (05/11). Kegiatan ini kerjasama antara Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui UPT BPDAS Hutan Lindung Serayu Opak Progo, Pemerintah DIY dan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidu mengambil tema ohon dan Hutan Rakyat untuk Kehidupan, Kesejahteraan dan Sumber Devisa Negara.[PIC3]

Pencanangan penanaman Sultan Ground merupakan langkah awal dan tindak lanjut kesepakatan bersama MOU yang telah dibangun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Pemerintah DIY pada tangggal 12 Juni 2015 dan didasarkan Kepres No 24 tahun 2008 tentang HMPI. Sedangkan puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia akan dilaksakan pada tanggal 28 Nopember 2016 di Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur yang akan dipimpin langsung Presiden RI.

Dalam sambutanya Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap agar Pemerintah DIY maupun Pemerintah Pusat terus mendukung dalam upaya pelestarian sumber daya hutan melalui pemberdayaan masyarakat selaras dengan jiwa dan semangat menanam para petani diGunungkidul. “Kami juga mengharap dukungan dari semua pihak untuk senantiasa menjaga, merawat dan memelihara kelestarian hutan sesuai peran, tanggung jawab dan kapasitas masing-masing. Pemerintah Daerah mengharapkan arahan dan masukan sebagai motivasi untuk berupaya agar lebih baik lagi, karena tantangan pelestarian sumber daya hutan kedepan akan semakin kompleks seiring kemajuan daerah, akan tetapi kami optimis bahwa dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan khususnya Pemerintah Daerah DIY dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tantangan tersebut dapat kami atasi dengan gemilang, ” tegasnya.[PIC4]

Kegiatan HMPI dan BMN dibuka secara resmi oleh Gubernur DIY yang diwakili oleh Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY  Ir. Gatot Saptadi dengan pemukulan kentongan sekaligus penanaman Agroforesty secara bersama dengan Bupati Gunungkidul dan Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Kesatuan Pemangkuan Hutan Lindung.

Dalam acara ini diserahkan pula bantuan berupa bibit dan dana PPMPBK oleh Dirjen PDASHL antara lain bibit bambu sebanyak 1000 batang yang secara simbolis diterima Bupati Gunungkidul, bibit jati 5000 batang, akasian mangium 5000 batang. Juga diserahkan bibit sengon 1000 batang yang secara simbolis diterima Camat Girisubo, bibit nangka 15000 batang diterima Kepala Desa Balong, bibit petai 1000 batang diterima Kepala Desa Jepitu. Juga diserahkan dana untuk Kegiatan Pengembangan Perhutanan Masyarakat Berbasis Konservasi (PPMPBK) Kepada Ketua Kelompok Tani Marsudi Raharjo sebanyak Rp. 50.000.000,00.      

Hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI diwakili oleh Direktur Kesatuan Pemangkuan Hutan Lindung Ir. Herudaya, Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Ir. Gatot Saptadi beserta jajaran, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos beserta jajaran, unsur Perguruan Tinggi DIY, unsur LSM, pelajar dan mahasiswa, Penyuluh Kehutanan, rimbawan se daerah Yogyakarta, tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Dirjen PDASHL menyambut baik launcing penanaman pohon dilahan Sultan Ground yang disatukan dengan peringatan HMPI dan BMN tahun 2016 Tingkat DIY. Herudaya  mengapresiasi bahwa pelaksanaan peringatan HMPI dan BMN tahun 2016 di Yogyakarta ini adalah paling awal diseluruh Indonesia. “Peringatan HMPI dan BMN merupkan amanat Kepres No 24 Tahun 2008 dalam upaya mengurangi degradasi dan deporestrasi hutan dan lahan guna mengantisipasi perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan,” katanya.[PIC5]

Herudaya menambahkan bahwa pengelolaan hutan dan lahan didaerah hulu DAS danau atau waduk harus dilakukan sesuai daya dukung dan teknik konservasi tanah sehingga erosi dan sedimintasi yang mengakibatkan pendangkalan danau atau waduk dan pembangunan perairan lainya serta bencana banjir dimusim penghujan serta kekurangan air dimusim kemarau dapat dicegah. ” Saya kira di Kabupaten Gunungkidul yang ijo royo-royo ini sangat relevan untuk pengembangan hutan rakyat, namun jangan lagi kita menanam yang kurang unggul tapi tanamlah benih yang unggul sehingga hasil panennya juga akan lebih baik, ada pohon ada air ada kehidupan dan ada kesejahteraan,” tegasnya.

Pemerintah pusat berharap animo masyarakat dalam membudidayakan kegiatan menanam dan memelihara pohon dapat terus ditingkatkan bukan hanya manfaat kayunya namun manfaat lingkungan yang lebih baik. “Kami mengajak semua pihak untuk mulai berpikir untuk bertindak kreatif dan inovatif guna mengembangkan usaha produktif berbasis pemberdayaan masyarakat secara simultan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Penanaman pohon merupakan tabungan dimasa yang akan datang, sebagai wujud penghijauan bumi dan lingkungan guna membangkitkan kesadaran akan pentingya tanaman pohon untukehidupan, ” pungkasnya. (Sumarno/edit: nana/foto:Sumarno)