Petunra Gunungkidul raih Gelar Juara III tingkat DIY

Gunungkidul – “Mbokeee…!!! Aku njaluk dikawinke……!!!” Demikian lagu campur sari ‘Mendem Wedokan’ yang dinyanyikan Mas Boi alias Boimin pemeran Joko Kendil sambil leyeh-leyeh di kursi bambu sebagai intro awal pentas pertunjukan rakyat kontingen dari Kabupaten Gunungkidul yang membawakan lakon “Joko Kendil Golek Tresno” pada lomba pertunjukan rakyat (Pertunra) tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar Dishubkominfo DIY di Balai Desa Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2015 yang lalu.

[PIC1]

Lomba yang diselanggarakan rutin tiap tahun ini diikuti lima kontingen dari Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan tiga orang dewan juri yang terdiri dari Drs. Nur Iswanto, M.Hum (Dosen ISI Yogyakarta/unsur akademisi), Drs. Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso (Praktisi Seni) dan Drs. Martan Kiswoto (Kabid PMI Dishubkominfo DIY). Pada lomba kali ini hanya kontingen dari Kabupaten Gunungkidul yang merupakan group pertunra binaan Dishubkominfo sementara dari kabupaten/kota lain group yang dikirim adalah binaan dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan. Pada lomba pertunra tahun 2015 ini Dishubkominfo Kabupaten Gunungkidul mengirimkan group pertunra binaan dari Desa Nglindur Kecamatan Girisubo dengan ketua group yang juga sutradara lakon yang dipentaskan adalah Popung Isbudaya seniman sekaligus pimpinan group campursari ‘Alaska’ yang berdomisili di Bohol, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.

Pada upacara pembukaan yang dihadiri Gubernur DIY yang diwakili Kepala Dishubkominfo DIY Ir.Sigit Haryanto,MT, perwakilan SKPD dari kabupaten/kota Se-DIY, Jajaran Dishubkominfo DIY dan pendukung kontingen yang mengikuti perlombaan dari kabupaten/kota se-DIY. Drs. I Made Arjana G dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba pertunra yang diselenggarakan Dishubkominfo DIY memiliki maksud dan tujuan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pemberdayaan dan pelestarian seni tradisional yang berkembang di masyarakat serta sebagai salah satu wahana untuk menyampaikan informasi atau kebijakan pemerintah kepada masyarakat melalui kesenian. Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dishubkominfo DIY menyatakan bahwa festival pertunra yang merupakan ekspresi seni tari, seni musik, seni drama yang ada dimasyarakat hendaknya di lestarikan dan dikembangkan. Lebih lanjut Gubernur DIY menandaskan bahwa pertunra khususnya di pedesaan masih merupakan media yang cocok untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat karena informasi yang disampaikan santun, santai dan menghibur sehingga mudah diterima dan dicerna masyarakat.

Pada akhir pentas dewan yuri yang diketuai Drs. Susilo Nugroho membacakan hasil dari festival lomba pertunra yang digelar yaitu : penyaji terbaik I kontingen dari Kabupaten Kulonprogo dengan lakon “Jonoloka”, penyaji terbaik II kontingen Kabupaten Sleman dengan lakon “Ngunduh Wohing Pakarti”, penyaji terbaik III kontingen Kabupaten Gunungkidul dengan lakon “Joko Kendil Golek Tresno”, dan penyaji terbaik harapan I kontingen Kabupaten Bantul dengan lakon “Ande-ande lumut”. Sementara untuk pemeran pria terbaik direbut wakil kontingen Kbupaten Kulonprogo dan pemeran wanita terbaik dari kontingen Kabupaten Bantul serta Sutradara terbaik dari Kabupaten Sleman.(soer/ft.mar)