Stok Beras di Gunungkidul Dipastikan Aman Jelang Idul Fitri, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Gunungkidul – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dan Bupati Gunungkidul bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul memastikan bahwa ketersediaan stok beras berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri. Kepastian ini didapat setelah dilakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pertanian dan harga pasar di wilayah tersebut.

Bupati bersama jajaran terkait mengungkapkan bahwa cuaca yang saat ini terjadi, meskipun terkadang ekstrem, justru mendukung masa tanam petani dan tidak mengganggu produktivitas lahan.

“Wilayah Wonosari dan Playen tetap menjadi sentra produksi utama yang didukung oleh modernisasi peralatan pertanian.” kata Bupati Endah.

Berdasarkan data di lapangan, Bupati menjelaskan bahwa produktivitas lahan pertanian di Gunungkidul tergolong tinggi, dengan rata-rata hasil panen mencapai 9 hingga 10 ton per hektar.

“Kondisi ini membuat Gunungkidul mengalami surplus beras, bahkan surplus ini juga didorong oleh budaya petani setempat yang menyimpan sebagian hasil panennya sebagai cadangan pangan keluarga.” ujar Bupati Endah.

Kelancaran produksi beras di Gunungkidul tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Selain bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Dinas Pertanian, Bank Indonesia (BI) turut memberikan dukungan penuhberupa alat penggilingan padi, mobil operasional, hingga rencana bantuan alat pengering (dryer) untuk menjaga kualitas hasil panen.

“Ketua kelompok tani sudah memiliki identifikasi mengenai masa panen anggotanya, sehingga kebutuhan beras untuk masyarakat maupun ASN yang diwajibkan membeli produk petani lokal dapat terpenuhi dengan baik tanpa harus mengambil pasokan dari luar daerah,” ungkap Bupati.

Dari sisi pengendalian harga, TPID DIY konsisten menerapkan strategi 4K yakni, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, dan Komunikasi efektif.

“Hasil pantauan di sejumlah pasar menunjukkan bahwa harga komoditas pokok, khususnya beras, masih stabil dan terkendali. Jika terdapat kenaikan, hal tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran polanya menjelang hari raya.” ujar Kepala Biro Perekonomian dan SDA DIY, Eling Priswanto.

Antisipasi Lonjakan Pemudik
Mengingat Gunungkidul merupakan salah satu tujuan utama mudik, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap lonjakan permintaan selama momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Eling Priswanto mengingatkan, Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengutamakan pemenuhan komoditi untuk kebutuhan internal daerah serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendistribusikan komoditas yang berlebih ke wilayah yang membutuhkan.

Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak merasa was-was atau melakukan aksi borong (panic buying). “Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan aman dan harga terkendali. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam menyambut hari raya,” pungkas Eling.