Gunungkidul – Keluarga besar guru dan karyawan lintas jenjang di Kapanewon Wonosari menggelar acara syawalan dengan tema utama “Menyegarkan Hati, Mempererat Silaturahmi, dan Menginspirasi Tanpa Henti” di Bangsal Sewokoprojo, Selasa, (31/3/2026).
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah tersebut. Ketua Panitia sekaligus Kepala SMP Negeri 1 Wonosari, Agus Maryanto, melaporkan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok kerja dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD, SD, MI, SMP, hingga MTs,
“Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mengonstruksi tali silaturahmi, saling mengenal, dan saling memaafkan guna menjalin sinergitas kinerja semua pegawai sesuai dengan kewenangannya masing-masing.” ujar Agus.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.100 pegawai, yang terdiri dari ASN (PNS dan P3K) maupun non-ASN. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, serta Kepala Kemenag Gunungkidul, Dr. H. Mukhotip. Salah satu momen mengharukan dalam acara tersebut adalah pengumuman dan pamitan sejumlah guru serta pengawas yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci tahun ini. Para calon jemaah haji memohon doa restu kepada seluruh hadirin agar diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan ibadah hingga kembali dengan predikat haji yang mabrur.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah serta menekankan pentingnya tema kegiatan kali ini, yaitu “Menyegarkan hati, mempererat silaturahmi, menginspirasi tanpa henti”. Ia menegaskan bahwa para pendidik dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi emas di Kabupaten Gunungkidul. Bupati juga mengutip pesan proklamator Bung Karno tahun 1957 mengenai pentingnya membangun calon pemimpin dan kader melalui pendidikan yang berkesinambungan,
“Guru adalah pejuang sejati yang tidak boleh lelah dalam melatih dan membimbing generasi muda meskipun tantangan dunia pendidikan semakin kompleks.” kata Bupati.
Selain agenda syawalan, acara ini juga menjadi momentum pelepasan calon jemaah haji dari kalangan guru dan karyawan. Bupati mendoakan agar para jemaah diberikan kekuatan, keselamatan, dan kesehatan selama menjalankan rukun Islam kelima di tanah suci, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga menitipkan doa khusus untuk kemajuan Kabupaten Gunungkidul saat para jemaah berada di depan Baitullah. Sebagai refleksi pasca-Ramadan, Bupati mengajak seluruh hadirin untuk mengevaluasi diri agar perubahan positif selama bulan suci tetap terjaga,
“Mengimbau agar kebiasaan baik seperti bersedekah dan menahan diri dari perbuatan buruk, seperti ghibah atau provokasi, terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.” pesan Bupati.
Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para guru atas pengabdian mereka, sembari memohon doa bagi kesehatan dirinya agar dapat terus menjalankan tugas melayani masyarakat dengan baik.Sebagai puncak acara, Prof. Dr. Drh. Agung Budianto, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan tausiah dalam sesi Hikmah Syawalan. Dalam ceramahnya, Ia menekankan pentingnya saling memaafkan untuk membuka lembaran baru yang lebih bersih serta terus menginspirasi dalam kebaikan.