Gunungkidul– Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, secara resmi memimpin acara peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Garuda tahap 3 dan 4 di wilayah Kodam IV/Diponegoro.
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah dan DIY salah satunya di Dusun Nglebak, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, agar proses pengerjaan dapat selesai secara bersamaan dan pada kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih bersama Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan pun turut mengikuti secara daring.
Dalam sambutannya di Desa Golo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Pangdam menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan program strategis pemerintah pusat yang dijalankan oleh TNI. “Jembatan Garuda hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat di daerah-daerah yang akses transportasinya masih terputus, sehingga menyulitkan aktivitas ekonomi dan pendidikan.” ujarnya.
Selama ini, banyak warga yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer karena tidak adanya akses langsung antar-desa.
“Tujuannya adalah untuk mempermudah akses kegiatan pendidikan, perekonomian, dan lainnya,” ujar Mayjen TNI Achiruddin Darojat.
Ia menambahkan bahwa target pembangunan jembatan di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai kurang lebih 720 jembatan dalam satu tahun.
“Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional, di mana Presiden RI sebelumnya telah meluncurkan 200 jembatan di seluruh Indonesia.” ungkapnya.
Pembangunan Berbasis Gotong Royong
Berbeda dengan proyek infrastruktur pada umumnya, pembangunan Jembatan Garuda ini tidak melibatkan kontraktor, melainkan dilaksanakan melalui program Karya Bakti TNI. Proses pembangunannya mengedepankan semangat gotong-royong antara personel TNI dan masyarakat setempat. Pangdam berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan ini, karena setelah selesai, jembatan akan diserahkan sepenuhnya kepada warga untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan desa. Implementasi di Wilayah Gunungkidul Selain di Boyolali, antusiasme serupa terlihat di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan bahwa pembangunan akan dilakukan di tiga lokasi awal dari total 11 lokasi yang telah direncanakan.
“Usulan pembangunan ini didasarkan pada masukan dari para Babinsa dan Lurah yang kemudian dikawal oleh jajaran Kodim agar mendapatkan intervensi pembangunan dari pusat.” kata Bupati.
Dengan adanya pembangunan ini, Bupati berharap wilayah-wilayah yang selama ini terisolir dapat segera terbuka aksesnya, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.