Program Gotong Royong Sinergitas Sasar Infrastruktur di 8 Kelurahan Kapanewon Rongkop

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat melaksanakan program Gotong Royong Sinergitas di Kapanewon Rongkop, Jumat, (24/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan infrastruktur wilayah sekaligus memperkuat nilai-nilai luhur Pancasila melalui aksi nyata kerja bakti.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung meninjau lokasi pelaksanaan di Padukuhan Ngejring, Kelurahan Karangwuni, pada Jumat pagi. Peninjauan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Forkopimkap, serta para Lurah se-Kapanewon Rongkop.

Atasi Banjir dan Kerusakan Infrastruktur
Dalam laporannya, Panewu Rongkop, Edy Sedono menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan di delapan kelurahan yang tersebar di sembilan padukuhan. Fokus utama di Padukuhan Ngejring adalah pembangunan tiga unit sumur resapan tambahan untuk mencegah air hujan masuk ke permukiman warga.

“Selain di Karangwuni, proyek infrastruktur lainnya meliputi Kelurahan Semugih Pembangunan drainase sepanjang 40 meter di Padukuhan Baran Wetan dan talut sepanjang 50 meter di Padukuhan Bendo Rubuh.” papar Panewu Rongkop.

Selain itu di Kelurahan Melikan, difokuskan Pembangunan cor rabat beton di Padukuhan Songwalo, Kelurahan Pringombo dengan Pembangunan talut jalan sepanjang 52 meter di Padukuhan Pelalar yang saat ini telah mencapai progres 50%.

“Di Kelurahan Bohol dilakukan gotong royong Cor rabat sepanjang 128 meter di Padukuhan Ngasem Kidul dan Kelurahan Petir, Cor rabat sepanjang 111 meter di Padukuhan Puoso yang sudah berjalan 25%.” ungkap Edy.

Terakhir Kelurahan Botodayaan dilakukan Uruk tanah amblas dan talut jalan sepanjang 60 meter di Bulak Glagah Ombo serta Kelurahan Pucanganom Pembangunan talut jalan sepanjang 50 meter di Padukuhan Kayu.

“Harapan kami ke depan, semua padukuhan di Rongkop yang berjumlah 100 titik bisa mendapatkan program ini secara bertahap,” ujar Panewu Edi menyampaikan aspirasi warga.

Solusi atas Berkurangnya Dana Desa
Program Gotong Royong Sinergitas ini menjadi jawaban atas tantangan finansial yang dihadapi pemerintah kelurahan. Panewu Edy mengungkapkan bahwa rata-rata Dana Desa mengalami pengurangan sebesar 75%, sehingga sisa anggaran yang ada hanya mampu mencukupi kegiatan wajib dan operasional.

Bupati Endah membenarkan adanya efisiensi anggaran di tingkat desa maupun daerah guna mendukung program strategis nasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan tenaga dari TNI, Polri (melalui kegiatan kurve atau kerja bakti), dan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun wilayah.

“Kita minta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk memprioritaskan anggaran infrastruktur, seperti jalan usaha tani, guna mempermudah transportasi hasil panen petani.” kata Bupati.

Ia juga menargetkan agar pada tahun 2027, setiap kelurahan dapat menerima manfaat program ini di lebih dari satu titik lokasi.

Bupati juga berpesan agar warga segera melapor kepada pemerintah kelurahan jika ditemukan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni atau mengalami kemiskinan ekstrem agar segera mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama agar pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Gunungkidul.

Leave Your Comment