Fokus Pengentasan Kemiskinan, Pemkab Gunungkidul Susun Rencana Strategis 2026-2030

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mematangkan langkah strategis dalam upaya menekan angka kemiskinan untuk periode lima tahun ke depan.

Melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan atau TKPK, pemerintah daerah menargetkan penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah atau RPKD 2026-2030 dapat selesai dalam waktu tiga bulan.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, memimpin langsung rapat koordinasi TKPK yang berlangsung di Ruang Rapat Handayani, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu, 29 April 2026.

Dalam arahannya, Joko menekankan bahwa meski tren kemiskinan di Bumi Handayani menunjukkan arah positif, diperlukan kebijakan yang lebih progresif dan tepat sasaran agar hasil yang dicapai lebih maksimal. Menurut Joko, kunci utama dalam percepatan penurunan kemiskinan adalah akurasi data dan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta jajarannya untuk bekerja sama erat dengan Badan Pusat Statistik atau BPS guna memastikan intervensi program benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

Selain itu, pola bantuan yang selama ini bersifat konsumtif akan mulai digeser ke arah pemberdayaan masyarakat yang produktif.Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menitikberatkan program pemberdayaan pada tiga sektor unggulan, yakni pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.

Dengan mengoptimalkan potensi lokal ini, warga diharapkan memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan berbasis wilayah juga menjadi perhatian agar setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan riil masyarakat di masing-masing kapanewon.

Plt Kepala Baperida Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, menjelaskan bahwa dalam penyusunan draf awal RPKD ini, pihaknya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kalangan akademisi hingga sektor swasta. Keterlibatan banyak pihak ini bertujuan agar perencanaan pembangunan berjalan komprehensif dan memiliki landasan hukum yang kuat sebagai operasional di lapangan.

Melalui koordinasi yang matang dan penggunaan anggaran daerah yang tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul optimis target pengurangan kemiskinan yang lebih ambisius dapat tercapai dalam periode 2026 hingga 2030 mendatang.

Leave Your Comment