Gunungkidul – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menurunkan gugus tugas khusus ke Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan pemetaan (mapping) isu strategis terkait pendidikan, kesehatan, pangan, hingga kebencanaan. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut cepat atas koordinasi antara Bupati Gunungkidul dengan Menko PMK di Jakarta pada pekan sebelumnya.
Fokus utama dalam peninjauan lapangan ini adalah melihat langsung kondisi infrastruktur dasar sektor pendidikan, khususnya gedung-gedung sekolah yang mulai mengalami kerusakan. Tim gugus tugas didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengunjungi beberapa titik untuk memvalidasi masukan informasi mengenai kendala yang dihadapi daerah, dimana tim meninjau di SMP N 2 Wonosari dan SD N Kepek 1 Saptosari, Senin, (4/5/2026).
“Kami bermaksud melihat secara langsung infrastruktur dasar untuk sekolah-sekolah dan mendapatkan masukan dari daerah guna mencari solusi bersama terkait kendala yang ada,” ungkap Asisten Deputi Riset Teknologi dan Kemitraan Industri, Asdep Katiman dalam kunjungan tersebut.
Meski secara umum kondisi fasilitas dinilai cukup baik, pemerintah mengakui masih banyak gedung sekolah yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan sarana prasarana sebagai prioritas mendesak. Ketua Gugus Tugas Pembangunan Talenta Digital dan Kecerdasan Artifisial Kemenko PMK, Dr. Dedi Permadi mengatakan, strategi penanganan masalah di Gunungkidul ini akan dilakukan melalui pemetaan komprehensif yang tidak terbatas pada sektor pendidikan, tetapi mencakup seluruh isu pembangunan manusia dan kebudayaan.

“Dalam pelaksanaannya, Kemenko PMK akan mengandeng berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi (seperti Universitas Gadjah Mada), kementerian terkait, hingga organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.” kata Dedi.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyambut baik kehadiran tim pusat yang didampingi oleh para asisten deputi tersebut. Sinergi ini mengedepankan semangat pemerintahan berbasis gotong royong untuk menyelesaikan persoalan di lapangan secara efektif dan berkelanjutan.
Langkah kolaboratif ini direncanakan mencakup solusi jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Setelah menuntaskan agenda pemetaan sektor pendidikan, tim dijadwalkan melanjutkan pembahasan intensif mengenai isu kesehatan pada hari berikutnya guna melengkapi potret kebutuhan pembangunan manusia di Kabupaten Gunungkidul.