Gunungkidul Uji Coba Teknologi Phyragas Hybrid untuk Atasi Krisis Sampah

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai melirik inovasi teknologi ramah lingkungan guna mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak. Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, melakukan uji coba mesin pengolahan sampah dengan metode Phyragas Hybrid di Dusun Banyumanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, pada Kamis 7 Mei 2025.

Langkah ini diharapkan menjadi titik balik pengelolaan limbah di Bumi Handayani yang selama ini terbebani oleh tingginya volume sampah.Pendamping teknisi di unit pengolahan sampah Banyumanik, Iriawan Djati Asmoro, menjelaskan bahwa teknologi Phyragas Hybrid merupakan hasil riset mendalam selama 16 tahun bersama para ahli.

Keunggulan utama mesin ini adalah sifatnya yang fleksibel karena dapat dirancang sesuai kapasitas kebutuhan, mulai dari skala kecil seperti sekolah dan perumahan hingga skala desa. Hebatnya lagi, mesin ini mampu mengolah sampah tanpa memerlukan proses pemilahan awal yang sering kali menjadi kendala di masyarakat.Melalui sistem penguapan atau metode kukus gas panas, sampah yang masuk akan diolah menjadi arang. Residu tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku briket, batako, hingga pupuk kompos. Tidak hanya itu, inovasi ini juga menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomi tinggi, seperti pakan ternak dari limbah organik serta pemanfaatan asap panas untuk pengering biji bijian dan sumber energi listrik. Hal ini dipandang sebagai solusi praktis yang dapat memberdayakan ekonomi warga lokal melalui sektor UMKM dan pertanian.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Joko Parwoto menekankan bahwa krisis pengelolaan sampah di Gunungkidul sudah pada tahap yang memerlukan tindakan nyata. Tingginya volume limbah ataupun sampah dari pasar maupun sampah rumah tangga serta akibat geliat pariwisata yang belum sebanding dengan kapasitas fasilitas pengolahan sampah yang tersedia saat ini.

Joko menyebutkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih menjadi hambatan besar, sehingga kehadiran teknologi yang mampu mengolah sampah secara langsung sangat diperlukan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen memberikan dukungan penuh agar penggunaan mesin pengolah sampah ini dapat menjadi proyek percontohan di tingkat nasional.

Melalui kerja sama lintas sektor, program ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem lingkungan di Yogyakarta, tetapi juga mengubah beban sampah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Leave Your Comment