Perkuat Pelayanan Hukum dan Inovasi, Pemkab Gunungkidul Jalin Sinergi dengan Kemenkumham DIY

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya memperkuat perlindungan hukum dan mendorong ekosistem inovasi di wilayahnya. Upaya ini ditegaskan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY dengan pemerintah kabupaten/kota serta perguruan tinggi di Yogyakarta.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menghadiri langsung agenda yang berlangsung di Hotel Grand Rohan, Banguntapan, Bantul, pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi lintas lembaga guna meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, Agung Rektono Seto, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas komitmen seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan akademisi untuk membangun ekosistem yang maju serta memiliki daya saing tinggi.

Agung menjelaskan bahwa Yogyakarta memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta potensi inovasi yang besar. Namun, tantangan ke depan dipastikan semakin kompleks, terutama dalam memberikan perlindungan hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Kemenkumham pun terus mendorong transformasi agar pelayanan hukum menjadi lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gunungkidul juga menerima penghargaan Kawasan Daya Cipta dan Desain Industri. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam membangun sistem yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan. Penyerahan penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat dan instansi untuk lebih menghargai karya intelektual.

Selain itu, kerja sama ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan tinggi di Yogyakarta. Penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual diharapkan mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional. Melalui sinergi ini, diharapkan budaya inovasi di Gunungkidul dan DIY pada umumnya dapat terus tumbuh subur.

Leave Your Comment