Gunungkidul – Masyarakat Padukuhan Panggul, Kalurahan Candirejo, melaksanakan rangkaian tradisi Bersih Dusun atau Rasulan dengan penuh khidmat dan meriah. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Jawa di tengah masyarakat. Pesta rakyat ini diawali dengan berbagai aksi sosial dan ritual keagamaan.
Ketua Panitia, Sunarman, menjelaskan bahwa persiapan telah dimulai sejak hari Kamis Kliwon dan Jumat Legi dengan agenda bersih-bersih pemakaman umum Panggul.
“Selain aksi fisik, aspek spiritual juga ditekankan melalui kegiatan kenduri dan pengaosan (pengajian) bersama Kyai Haji Sutarjo. Puncak kemeriahan diisi dengan berbagai atraksi seni, mulai dari pementasan Jathilan Laras Ganendra, pertunjukan Doer, hingga Kirab Budaya yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat Panggul.” papar Sunarman.
Sebagai penutup rangkaian acara, digelar pementasan Wayang Kulit semalam suntuk bersama Dalang Ki Sugiran di bangsal pendapa padukuhan.
Lurah Candirejo, Renik David Warisman, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan karang taruna yang telah bekerja totalitas. Ia juga melaporkan capaian luar biasa terkait semangat gotong royong warga dalam pembangunan fisik, seperti pengadaan material pasir yang volumenya melebihi target awal untuk pembangunan desa.


“Seluruh pendanaan kegiatan ini murni berasal dari swadaya dan sengkuyungan (gotong royong) masyarakat Panggul serta bantuan dari berbagai pihak yang tidak mengikat.” ungkap Lurah Candirejo, hal ini menunjukkan kemandirian dan soliditas warga dalam menjaga tradisi leluhur.
Hadir secara langsung, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi mendalam atas semangat “Tri Manunggal” warga Panggul dalam menyelenggarakan pentas seni Jathilan Laras Ganendra, yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bila Tri Manunggal, Panggul, Minggu malam, 31Mei 2026 sebagai bagian dari Bersih Dusun.
Bupati menekankan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual kebersihan lingkungan, melainkan sarana “rersik manah” (pembersihan hati) dan penguatan gotong royong. Dalam pidatonya, Bupati juga mengutip pesan proklamator Bung Karno dari pidato “To Build the World Anew” (30 September 1960), yang mengingatkan bahwa tugas masyarakat bukan hanya mempertahankan apa yang ada, melainkan terus membangun kembali dunia dalam hal ini membangun dusun agar lebih makmur dan sehat bagi generasi mendatang.
“Semangat ini harus menjadi modal besar untuk mewujudkan kepribadian bangsa yang religius dan luhur budinya,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesejahteraan, kesehatan, dan kelancaran rezeki bagi seluruh warga Candirejo.Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimkap Semanu, termasuk Panewu Anik Suprihatin, Kapolsek, Danramil, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan dari Ikatan Keluarga Gunungkidul.