Melestarikan Sejarah dan Jati Diri, Bupati Gunungkidul Hadiri Upacara Adat Nyadran di Pesanggrahan Gedhong Pulungsari

Gunungkidul – Masyarakat Kelurahan Pundungsari, Kapanewon Semin, menggelar upacara adat Nyadran di Situs Warisan Budaya Pesanggrahan Gedhong Pulungsari dengan penuh khidmat, Senin, (8/6/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap sejarah trah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di wilayah Gunungkidul.

Juru Kunci Pasarean sekaligus Ketua Paguyuban Sekar Cempaka Mulya, Kahono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kompleks pasarean ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi putra-putri dari Sri Sultan Hamengku Buwono II. Mereka adalah GRM. Sumadi (putra ke-53) dan GRAy. Sudarminah (putri ke-59).

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul serta Pemerintah Kelurahan Pundungsari yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini melalui dukungan anggaran.” ujar Kahono.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, beserta jajaran kepala dinas dari berbagai sektor, mulai dari Kebudayaan, hingga Pertanian. Turut hadir pula Gus Aziz sebagai utusan dari Gusti Kanjeng Pangeran Harya (GKPH) Wiranegara, serta jajaran Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta yang bertugas di wilayah Gunungkidul.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan cinderamata unik berupa wayang karton hasil karya UMKM dan Desa Prima Pundungsari kepada Bupati Gunungkidul. Bupati mengapresiasi kreativitas warga yang mampu mengolah bahan sederhana menjadi karya seni yang terlihat autentik.

Dalam sabda pangandikanya, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa Nyadran memiliki makna filosofis yang dalam, yakni sebagai wujud nyata sikap “mikul dhuwur mendem jeru” terhadap para leluhur. Bupati mengutip semangat Bung Karno mengenai misi “membangun dunia kembali,” yang dalam konteks lokal berarti membangun jati diri bangsa dengan landasan budaya yang kuat.

“Tugas kita bukan hanya mempertahankan, tetapi membangun kembali. Budaya Nyadran ini adalah fondasi untuk membangun Gunungkidul yang lebih sejahtera dan bermartabat,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Paguyuban Sekar Cempaka Mulya dan warga Padukuhan Pundungsari atas semangat gotong royong yang luar biasa dalam menjaga adat istiadat. Keberadaan sanggar tari dan pelatih seni profesional di wilayah tersebut diharapkan dapat terus membina generasi muda agar tidak malu menjadi pelaku budaya.

Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga, dengan harapan agar Kelurahan Pundungsari menjadi wilayah yang “gemah ripah loh jinawi” serta dijauhkan dari segala marabahaya.

Leave Your Comment

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.