Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, meninjau kegiatan gotong royong pembangunan infrastruktur di Kalurahan Jetis, Kalurahan Ngloro, dan Kalurahan Monggol Kapanewon Saptosari. Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif masyarakat yang dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan di wilayah tersebut.
Salah satu perwakilan yakni Lurah Jetis, Agus Susanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas program bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Ia menjelaskan bahwa Kalurahan Jetis, yang terdiri dari enam padukuhan, memiliki tantangan geografis yang cukup berat dengan kondisi topografi yang berbukit-bukit.

“Kondisi infrastruktur kami memang membutuhkan perhatian lebih. Dengan keterbatasan anggaran kalurahan, kami tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan 100%. Namun, dengan adanya stimulan program dari Ibu Bupati, permasalahan infrastruktur di wilayah kami perlahan dapat teratasi,” ujar Agus Susanto. Ia juga berharap agar program-program serupa dapat terus berlanjut untuk menjangkau seluruh wilayah Jetis yang masih memerlukan perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan kekagumannya terhadap semangat gotong royong warga Saptosari, khususnya di Kalurahan Jetis. Berdasarkan pantauannya bersama jajaran Forkopimda, kontribusi masyarakat dalam pembangunan fisik baik berupa tenaga, pikiran, hingga materi ternyata jauh melampaui nilai stimulan yang diberikan pemerintah daerah.
Salah satu bukti nyata yang disorot adalah keberhasilan warga di Kapanewon Ngawen dalam menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 114 meter hanya dalam waktu 2,5 hari. “Ini luar biasa. Semangat gotong royong masyarakat bahkan bisa menyaingi kecepatan pembangunan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa). Rasa memiliki yang besar membuat warga membangun dengan kualitas yang baik karena akan mereka gunakan dan rawat sendiri,” ungkap Bupati disambut tepuk tangan warga.

Bupati juga mencatat peran aktif warga perantauan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Gunungkidul yang turut menyumbangkan bantuan untuk pembangunan di kampung halaman mereka.
Melihat efektifitas budaya gotong royong ini, Bupati Endah berencana untuk membawa skema pembangunan berbasis masyarakat ini ke tingkat yang lebih luas. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endang Sri Sumiarti, dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Eri Agustin, untuk merumuskan kebijakan anggaran di tahun mendatang.
“Jika kemampuan keuangan daerah memungkinkan, kami ingin program gotong royong ini tidak hanya di tingkat kalurahan, tetapi bisa mengintervensi langsung di setiap dusun di seluruh Kabupaten Gunung Kidul,” tegas Bupati. Fokus pembangunan tidak hanya menyasar jalan beton, tetapi juga drainase dan talud, terutama di wilayah yang rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Selain masalah fisik, Bupati juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap masalah sosial seperti kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia menginstruksikan para lurah dan perangkat desa untuk segera melapor jika terdapat warga yang membutuhkan bantuan darurat agar pemerintah bisa segera hadir tanpa harus menunggu proses birokrasi APBD yang panjang.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Gunungkidul, Dandim 0730/Gunungkidul, Kapolres Gunungkidul, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.