Revitalisasi Wajah Kota, Pemkab Gunungkidul Inisiasi Aksi Kolaborasi Gerakan “Jumat Bersih” dan Optimalisasi Aset Daerah

GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melaksanakan apel kolaborasi gerakan “Gunungkidul Bebas Sampah” yang dipusatkan di area Gedung Serbaguna Siyono, Jumat, (12/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan biasa, melainkan langkah strategis dalam memetakan kembali aset daerah sekaligus memperkuat mitigasi perubahan iklim melalui aksi nyata pelestarian alam.

Dalam arahannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa area Gedung Serbaguna memiliki nilai filosofis dan strategis sebagai gerbang utama menuju Kota Wonosari Tempat ini disebut sebagai “profil wajah” Kabupaten Gunungkidul yang memberikan kesan pertama bagi wisatawan maupun tamu yang berkunjung.

“Aset ini kini telah kembali sepenuhnya ke pangkuan pemerintah daerah setelah sebelumnya dikelola oleh pihak investor. Ke depan, pemerintah berencana melakukan pemetaan agar gedung dan fasilitas publik ini dapat dioptimalkan menjadi tempat yang ramah lingkungan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi pelaku UMKM di Gunungkidul.” kata Bupati Endah.

Selain Gedung Serbaguna, pemerintah daerah juga telah menjadwalkan agenda serupa untuk aset-aset lain yang selama ini belum terkelola maksimal, seperti area di Umbul, Ponjong yang awalnya direncanakan sebagai pasar ikan (fish market). Melalui gerakan kurve (kerja bakti) bersama TNI, Polri, dan masyarakat, diharapkan muncul inspirasi dan peluang baru untuk menghidupkan kembali aset yang mangkrak agar membawa manfaat ekonomi bagi warga.

Aksi kolaborasi ini selaras dengan arahan Presiden mengenai gerakan melestarikan alam yang “Aman, Resik, dan Indah”. Pimpinan daerah menekankan bahwa perjuangan mewujudkan Gunungkidul yang lestari tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh semangat gotong royong dan “nyanyian perbuatan” dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, terselip pesan kuat mengenai edukasi mentalitas masyarakat. Pemerintah mendorong warga untuk mulai melepaskan diri dari ketergantungan bantuan sosial permanen.
“Ini harus menjadi edukasi untuk warga kita agar tidak memiliki mental peminta. Kemiskinan tidak boleh permanen; jika anak-anak sudah sekolah dan bekerja, mereka harus mampu mandiri dan tidak lagi menjadi beban negara,” tegas Bupati.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah untuk kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah.

Acara ditutup dengan dimulainya secara resmi Gerakan Jumat Bersih Gunungkidul Bebas Sampah. Pemerintah berharap aksi nyata ini menjadi warisan terbaik bagi generasi mendatang guna mewujudkan alam Gunungkidul yang lestari, adil, makmur, dan berkeadaban.

Leave Your Comment

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.