Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi membuka pelaksanaan kegiatan gotong royong pembangunan infrastruktur di wilayah Kapanewon Panggang. Acara peresmian dipusatkan di halaman SD Negeri Girisekar, Kapanewon Panggang, pada Jumat (12/6/2026).
Dalam sambutannya, Lurah Girisekar, Sutarpan, menyampaikan bahwa salah satu prioritas pembangunan di Kalurahan Girisekar dalam program ini adalah pembangunan talud yang berdampingan dengan SD Negeri Girisekar dan TK Negeri Panggang. Pembangunan ini merupakan aspirasi langsung dari para wali murid dan tenaga pengajar karena kondisi lahan sebelumnya dinilai sangat membahayakan keselamatan anak-anak.

“Warga kami siap bergotong royong membangun keberadaan talud ini, agar semangat kerja bersama tetap lestari dan masyarakat semakin bersemangat membangun daerahnya,” ujar Sutarpan.
Panewu Panggang, Sustiwiningsih, melaporkan bahwa kegiatan gotong royong tahun anggaran 2026 ini dibiayai melalui dana APBD Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp210 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk enam kelurahan di wilayah Kapanewon Panggang melalui proses verifikasi teknis oleh Dinas PUPR dan DPRD.
“Adapun rincian lokasi pembangunan tersebut ada di Dusun Blimbing, Kelurahan Girisekar, Pembangunan talud sekolah, kemudian Dusun Padem, Kalurahan Girikarto dengan penanganan tanah pekarangan yang amblas.” papar Sustiwi.
Selain itu juga dilaksanakan di Dusun Wintaus, Kalurahan Girimulyo, dengan pembangunan talud, lalu Dusun Pudak, Kalurahan Giriwungu yakni Pembangunan talud di lapangan upacara.

Serta ada dua di Dusun Panggang 3, Kalurahan Giriharjo, dengan pembangunan jalan cor blok (rabat beton). Dusun Sanglor 2, Kalurahan Girisuko dengan pembangunan talud bronjong untuk menanggulangi banjir di area pemakaman penduduk.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari visi nasional “Indonesia Asri” dan program daerah “Alam Lestari”. Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah dengan TNI dan Polri untuk mempercepat pembangunan di tingkat dusun.
“Gotong royong menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih hidup dan menjadi modal sosial yang sangat berharga. Kami berharap program ini berkelanjutan, bahkan di tahun 2027 kami upayakan agar anggaran gotong royong bisa menyentuh setiap dusun secara merata,” tegas Bupati Endah di hadapan tamu undangan yang hadir.
Bupati juga menambahkan bahwa gotong royong adalah warisan luhur bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Mengutip Bung Karno, Ia menyebut gotong royong sebagai “pembantingan tulang bersama” untuk kepentingan dan kebahagiaan semua warga.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Gunungkidul, termasuk Ketua DPRD dan anggota dari Dapil 5. Kehadiran pihak legislatif diharapkan dapat memastikan fungsi pengawasan anggaran berjalan maksimal serta mendukung keberlanjutan program ini di tahun-tahun mendatang demi kesejahteraan masyarakat hingga tingkat terbawah.
Acara ditutup dengan pernyataan resmi dimulainya kegiatan gotong royong di seluruh Kapanewon Panggang, yang diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi mobilitas, keselamatan, dan kualitas hidup warga setempat.